- by admin
- Oct 17, 2024
Bloomberg, Gubernur Federal Reserve Bank of Atlanta, Raphael Bostic, menyatakan masih mendukung kebijakan menahan suku bunga acuan dan menyoroti data inflasi terbaru yang menunjukkan adanya peningkatan tekanan harga.
“Kami melihat sejumlah indikator dalam perekonomian yang menunjukkan tekanan inflasi meningkat, dan itu menjadi sumber kekhawatiran,” ujar Bostic dalam wawancara dengan Fox Business, Rabu (16/7). Terkait suku bunga, ia menambahkan, “Untuk saat ini, saya akan menunggu.”
Inflasi inti di AS memang meningkat lebih rendah dari perkiraan pada Juni untuk bulan kelima berturut-turut. Namun, laporan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari Biro Statistik Tenaga Kerja juga menunjukkan bahwa tarif mulai mendorong kenaikan harga pada beberapa barang.
“Kita mungkin berada di titik balik,” kata Bostic. “Selama beberapa bulan terakhir, data inflasi datang dengan sangat baik, mendekati target. Tapi data IHK terbaru ini menyampaikan pesan yang berbeda.”
Pejabat bank sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) menahan diri untuk tidak menurunkan suku bunga tahun ini karena kekhawatiran bahwa tarif akan memicu inflasi. Beberapa pengambil kebijakan menyatakan bahwa tarif hanya akan menyebabkan lonjakan harga sementara, namun mayoritas khawatir dampaknya bisa lebih berkepanjangan.
Bostic menolak mengomentari laporan yang muncul sebelumnya pada hari yang sama terkait isu bahwa Donald Trump akan berupaya mengganti Gubernur The Fed Jerome Powell. Trump sendiri kemudian membantah laporan tersebut.
Sementara itu, para investor memperkirakan The Fed akan kembali menurunkan suku bunga pada pertemuan kebijakan bulan September, berdasarkan harga dalam kontrak berjangka.