- by admin
- Oct 17, 2024
Perdana Mentri Jepang Ishiba Mundur, Ketua Baru LDP
Terpilih 4 Oktober
Sanae Takaichi terpilih sebagai Ketua Partai Demokrat Liberal (LDP) Jepang pada
4 Oktober 2025 dan berpeluang menjadi perdana menteri perempuan pertama
Jepang. Dia mengalahkan Shinjiro Koizumi, putra mantan PM Junichiro Koizumi,
dalam pemilihan putaran kedua. Proses pemilihan melibatkan 295 anggota
parlemen LDP dan sekitar 1 juta anggota partai. Meskipun LDP masih partai
terbesar di parlemen, koalisi yang dipimpin LDP kehilangan mayoritas sehingga
perlu dukungan partai lain untuk membentuk pemerintahan.
Takaichi dikenal sebagai politisi konservatif garis keras dan murid mantan PM
Shinzo Abe. Dia mendukung kebijakan ekonomi Abenomics yang meliputi
pelonggaran moneter dan belanja fiskal besar untuk memacu ekonomi. Namun,,
situasi ekonomi yang melemah, isu imigrasi, dan geopolitik yang bergejolak. Jika
resmi menjadi perdana menteri, dia juga harus menghadapi ujian diplomatik
termasuk kemungkinan bertemu Presiden AS Donald Trump.
Harga Minyak Dunia Naik, Peningkatan Produksi Tidak Seperti Prediksi
OPEC+ akan bertemu 5 Oktober untuk membahas kemungkinan mempercepat
pengurangan pembatasan produksi minyak. Ada wacana pengembalian produksi
minyak sekitar 1,66 juta barel per hari secara bertahap, dengan kemungkinan
kenaikan pasokan yang lebih besar mulai November. Namun, sekretariat OPEC
menyampaikan hanya melakukan penambahan 137.000 barel per hari, hal itu
tidak sesuai harapan. Arab Saudi ingin mendapatkan kembali pangsa pasar, yang
dapat menekan produksi minyak. Negara seperti Rusia, Irak, dan Kazakstan juga
sedang mengatur kompensasi untuk kelebihan produksi sebelumnya. Ekspor
minyak Kurdi yang kembali juga menambah pasokan pasar. Risiko geopolitik
masih ada dengan serangan pesawat nirawak Ukraina ke kilang Rusia, yang
menyeimbangkan tekanan peningkatan pasokan dari OPEC+ dan AS. Jika OPEC+
mempercepat pelonggaran kuota produksi, harga minyak bisa makin tertekan.
RBNZ Diprediksi Akan Turunkan Suku Bunga, Akankah Mata
Uang New Zealand Melemah Ditengah Pelemahan Dolar?
RBNZ diperkirakan akan menurunkan suku bunga resmi (OCR) pada 8 Oktober,
dengan prediksi sebagian besar ekonom memangkas 25 basis poin menjadi
2,75%, sementara beberapa memperkirakan pemangkasan lebih besar 50 basis
poin menjadi 2,50%. Pasar cenderung menilai peluang potongan 25 basis poin
sedikit lebih tinggi, tapi risiko pemangkasan lebih agresif juga nyata. Para analis
seperti Westpac dan Capital Economics mendukung penurunan 50 basis poin
sebagai langkah stimulatif menjelang musim perdagangan Natal dan musim
panas. Mereka menunjukkan data ekonomi yang melemah, seperti kontraksi PDB
kuartal Juni yang lebih tajam dari perkiraan, serta perubahan komposisi anggota
MPC yang lebih mendukung pelonggaran. Sebaliknya, bank seperti ANZ, BNZ,
dan Nomura memilih penurunan lebih kecil 25 basis poin untuk menghindari
risiko kebijakan terlalu cepat berbalik arah, dengan kemungkinan penyesuaian
lebih lanjut bulan depan.
FOMC Minutes Akan Menjadi Perhatian Pasar Minggu Ini
FOMC pada September 2025 memangkas suku bunga sebanyak 25 basis poin
menjadi 4,00-4,25% sebagai langkah manajemen risiko karena risiko perlambatan
ekonomi dan pasar tenaga kerja yang melemah. Proyeksi menunjukkan mayoritas
anggota memperkirakan dua pemotongan suku bunga lagi pada tahun ini, namun
sebagian lainnya tidak melihat penurunan lebih lanjut. Ketua The Fed Powell
menyatakan keputusan ini sebagai penyeimbangan risiko antara ketenagakerjaan
dan inflasi, dan bahwa keputusan suku bunga akan terus berdasarkan data
ekonomi, bukan ekspektasi pasar atau tekanan politik. Namun, penundaan data
penting seperti laporan ketenagakerjaan dan inflasi karena penutupan pemerintah
menambah ketidakpastian arah kebijakan pada pertemuan berikutnya. Pasar
memperkirakan pemotongan suku bunga 25bps pada Oktober.
Risalah Pertemuan ECB Turut Menjadi Perhatian, Akankah Ada
Pemangkasan Suku Bunga Lagi?
ECB mempertahankan suku bunga deposito di 2% sesuai perkiraan. Bank sentral
menegaskan akan mengambil keputusan kebijakan pertemuan demi pertemuan
berdasarkan data terbaru, tanpa komitmen pada jalur tertentu. Proyeksi inflasi
untuk 2026 sedikit naik menjadi 1,7%, lebih rendah dari perkiraan pasar sebesar
1,9%, yang membuat pasar bertaruh ECB mungkin harus melonggarkan
kebijakan lebih lanjut.
Namun, Presiden ECB Christine Lagarde mengingatkan bahwa sedikit perbedaan
dari target inflasi tidak selalu berarti harus ada perubahan kebijakan segera. Dia
menyatakan proses penurunan inflasi sudah selesai dan kebijakan saat ini berada
dalam posisi yang baik. Risiko ekonomi kini dianggap lebih seimbang
dibandingkan sebelumnya. Dengan penundaan suku bunga dalam jangka
pendek, pertemuan ini diperkirakan tidak memberikan petunjuk kuat arah
kebijakan berikutnya.
Kanada Akan Merilis Data Tenaga Kerja Hari Jumat
Laporan pasar tenaga kerja di Kanada akan diukur untuk melihat apakah
perlambatan baru-baru ini berlanjut. Menyusul memburuknya pasar tenaga kerja,
dengan inflasi yang masih dalam target (meskipun cenderung lebih tinggi), Bank
of Canada memangkas suku bunga sebesar 25bps sesuai dengan ekspektasi,
dengan alasan ekonomi yang lebih lemah dan risiko kenaikan inflasi yang lebih
rendah. Macklem juga mencatat bahwa tiga alasan telah menggeser
keseimbangan risiko sejak Juli, yaitu pasar tenaga kerja yang lebih lemah,
berkurangnya tekanan inflasi, dan penghapusan sebagian besar tarif pembalasan
dari Kanada. Laporan ketenagakerjaan yang lemah lainnya akan memperkuat
ekspektasi penurunan suku bunga Bank of Canada untuk bulan Oktober, dengan
pasar uang saat ini memperkirakan pelonggaran sebesar 15bps, yang
menyiratkan probabilitas 60% penurunan suku bunga sebesar 25bps.