- by admin
- Oct 17, 2024
Emas memperpanjang reli pemecahan rekornya untuk hari kelima berturut-turut
pada hari Jumat, karena ketidakpastian geopolitik yang terus-menerus
mendorong aliran dana ke aset aman. Sementara itu, ekspektasi pelonggaran
kebijakan lebih lanjut oleh Federal Reserve berkontribusi pada tren de-dolarisasi
dan semakin mendukung logam mulia. Para pelaku pasar nampaknya masih
mencermati komitment Trump terkait rencananya terhadap Greenland.
Ulasan Analisa Fundamental: XAU/USD mencapai rekor tertinggi lainnya
pada hari Kamis, setelah merosot ke $4.756 pada hari Rabu, menyusul berita
bahwa Amerika Serikat (AS) mencapai kerangka kesepakatan dengan Organisasi
Pakta Atlantik Utara (NATO). Dolar AS (USD) yang tertekan menemukan
beberapa permintaan dan memangkas sebagian kerugian mingguannya karena
sentimen membaik. Namun, setelah pasar mencerna berita tersebut, Dolar AS
kembali melemah dan Emas kembali mencapai rekor tertinggi, meskipun ada
sentimen positif pada indeks global. Gelombang optimisme terbaru ini didorong
oleh data AS yang menggembirakan, karena Biro Analisis Ekonomi (BEA)
merevisi Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal ketiga menjadi 4,4% per tahun
dalam tiga bulan hingga September, naik dari angka yang dilaporkan
sebelumnya sebesar 4,3%. Negara tersebut juga merilis data Indeks Harga
Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) untuk Oktober dan November yang solid.
Ulasan Analisa Teknikal: pada perdagangan hari Kamis, emas bergerak turun
menyentuh level $4772, namun kenaikan emas berlanjut pada pasar AS.
Sementara itu, di pasar Asia Hari Jumat, emas kembali membentuk rekor $4967.
Naiknya emas menguji resistance $4968, $4986, hingga $5005. sementara itu,
koreksi emas terlihat terbatas menguji support $4931/onz, bila break, perlu
diwaspadai target $4907 hingga $4891. Emas diperkirakan dalam rentang antara
$4891 hingga $5005.