- by admin
- Oct 17, 2024
Konflik baru antara India dan Pakistan mendorong aliran aset haven ke Emas,
dan membebani sentimen Wall Street. Trump memberi sinyal fleksibilitas pada
tarif, pasar mengabaikan nada optimis dari Menteri Keuangan AS. Para trader
menunggu keputusan suku bunga FOMC dan konferensi pers Powell untuk
mendapatkan petunjuk mengenai arah kebijakan. Harga emas naik karena pasar
China kembali beroperasi setelah liburan dan hasil negosiasi dagang belum jelas.
Ulasan Analisa Fundamental: Risiko geopolitik juga mendorong logam mulia
bergerak naik, dengan munculnya konflik baru antara Pakistan dan India. Harga
emas melonjak lebih dari 2,70%. Wall Street mengakhiri sesi hari Selasa dengan
kerugian karena para pedagang mencerna komentar terbaru Presiden AS Trump
mengenai kebijakan perdagangan. Dia mengatakan bahwa dia akan menentukan
tingkat tarif dan mengakui bahwa dia akan fleksibel dalam menetapkan bea
masuk.
Para investor mengabaikan komentar sebelumnya dari Menteri Keuangan
AS Scott Bessent mengenai kemungkinan kesepakatan dengan 17 negara.
Bloomberg melaporkan bahwa India menyerang kamp-kamp teroris di Pakistan
tetapi tidak ada situs militer. Setelah India berjanji akan melakukan pembalasan
atas serangan militan bulan lalu di Kashmir yang menewaskan puluhan turis.
”Sementara itu, kepala pertahanan Pakistan telah memperingatkan akan adanya
konfrontasi yang “segera terjadi” dengan India karena ketegangan meningkat.
Ulasan Analisa Teknikal: di pasar Asia harga emas berbalik turun setelah
menyentuh level $3430 karena optimism negosiasi tarif AS-China. Emas hari ini
nampak dapat melanjutkan penurunan selama harga bertahan dibawah level
$3410 hingga sesi AS. Naiknya emas Nampak terbatas menguji resistance $3430,
$3450 hingga $3467/onz. Sebaliknya, turunnya emas menguji support $3350,
$3331 hingga $3319/onz. Range pergerakan pasar hari ini diperkirakan dalam
area antara $3430.40 hingga $3330.50.