- by admin
- Oct 17, 2024
Harga emas naik setelah pengumuman kebijakan moneter bank sentral AS,
diperdagangkan sekitar $4.242 saat para pedagang Asia. Naiknya harga emas
Nampak terbatas karena prospek pemangkasan suku bunga tahun depan
burkurang menjadi satu kali, namun pelemahan Dolar AS secara luas
menguntungkan emas. Harga emas nampaknya dapat menguji resistance
$4.260, namun perlu diwaspadai perbalikannya.
Ulasan Analisa Fundamental: dolar tertekan paska pemangkasan suku bunga
the Fed, sebesar 25 basis poin (bps). Selain pemotongan suku bunga, Powell
juga menyampakan bahwa prospek pemangkasan suku bunga tahun 2026
nampaknya hanya akan terjadi satu kali. Hal itu karena pemangkasan suku
bunga the Fed saat ini mendekati nilai netral, dengan target suku bunga diangka
3.40% hingga 3.10%. Berita ini nampaknya akan membatasi melemahnya dolar,
karena sebelumnya pasar memproyeksikan adanya pemangkasan suku bunga
dua kali tahun depan. Di sisi lain, the Fed juga merevisi proyeksi ekonominya.
Produk Domestik Bruto (PDB) AS kini diproyeksikan tumbuh sebesar 1,7% tahun
ini, naik dari perkiraan sebelumnya sebesar 1,6%. Untuk tahun 2026, ekonomi
diperkirakan akan tumbuh sebesar 2,3%, di atas perkiraan 1,8% pada bulan
September. Tingkat pengangguran diperkirakan akan tetap berada di angka
4,5% pada akhir tahun 2025. hal itu yang menekan dolar jangka pendek.
Ulasan Analisa Teknikal: pada perdagangan hari Kamis, harga emas kembali
naik menyentuh resistance $4247/onz, didukung oleh pemangkasan suku bunga
25 basis point dan meningkatnya propyeksi pengannguran tahun ini. Support
emas saat ini di level $4220, $4205 hingga $4175. Sementara naiknya emas
menguji resistance $4247*, $4260 hingga $4274. Range harga diperkirakan
dalam rentang antara $4180 hingga $4250.