- by admin
- Oct 17, 2024
Harga emas rebound pada perdagangan pasar Asia hari Rabu setelah jatuh
tajam pada sesi sebelumnya, karena meredanya ketegangan geopolitik dan
penguatan dolar AS meredam permintaan aset aman sementara investor
menunggu petunjuk baru tentang prospek kebijakan Federal Reserve. Harga
emas spot rebound 0,1% menjadi $4.884,16 per ons. Selain faktor geopolitik,
para pelaku pasar juga mengantisipasi rilis data inflasi dan PDB AS.
Ulasan Analisa Fundamental: Volume perdagangan tipis di Asia, dengan
beberapa pasar regional utama tutup untuk liburan Tahun Baru Imlek,
membatasi pergerakan harga. Emas sebelumnya turun lebih dari 2% pada hari
Selasa, ketika selera risiko membaik karena tanda-tanda kemajuan dalam
negosiasi AS-Iran. Iran dan AS mencapai kesepahaman tentang "prinsip-prinsip
panduan" utama pembicaraan, meningkatkan harapan akan terobosan
diplomatik. Penurunan harga emas sebelumnya diperparah oleh penguatan dolar
AS, karena memudarnya ekspektasi penurunan suku bunga AS dalam waktu
dekat. Indeks Dolar AS naik 0,1% selama jam perdagangan Asia setelah naik
0,3% pada hari Selasa. Investor berhati-hati menjelang rilis risalah pertemuan
kebijakan Federal Reserve Januari, yang dapat memberikan wawasan baru
tentang waktu dan skala potensi pelonggaran moneter. Para pelaku pasar juga
menunggu laporan data PCE dan PDB AS, yang akan dirilis pada hari Jumat.
Ulasan Analisa Teknikal: pada perdagangan hari Selasa, harga emas turun ke
level $4842/onz. Di sisi lain, naiknya emas terbatasi oleh membaiknya suhu
geopolitik AS-Iran. FOMC Minutes dini hari nanti diprediksi memberi gambaran
pada kebijakan suku bunga tidak berubah. Naiknya emas nampak terbatas
dengan resistance $4922, $4947, hingga $4972. Pasar masih mencermati hasil
konkrit negosiasi AS-Iran. Turunnya emas menguji support $4860, $4845 hingga
$48. Emas diperkirakan bergerak dalam rentang antara $4947 hingga $4705.