- by admin
- Oct 17, 2024
Harga emas turun 0,60% ke level $3.334 setelah data Indeks Harga Produsen
(PPI) AS Juli 2025 menunjukkan lonjakan tajam, mengalahkan perkiraan pasar.
Kenaikan harga produsen ini menimbulkan kekhawatiran inflasi lebih tinggi,
meskipun Gedung Putih terus mendorong agar The Fed menurunkan suku
bunga. PPI naik 0,9% dari Juni, tercepat dalam tiga tahun terakhir, dan naik
3,3% secara tahunan, di atas perkiraan 2,5%.
Ulasan Analisa Fundamental: Hal ini menunjukkan bahwa biaya yang lebih
tinggi akan segera diteruskan ke konsumen. Di sisi lain, klaim pengangguran AS
lebih baik dari perkiraan, dengan angka mingguan lebih rendah, yang
menguatkan pandangan pasar bahwa pasar tenaga kerja tetap kuat. Imbal hasil
surat utang AS tenor 10 tahun juga naik, begitu pula indeks dolar AS yang
menguat sekitar 0,47% ke 98,24, menekan harga emas ke bawah $3.340.
Setelah data ini, pasar lebih mengharapkan pemangkasan suku bunga The Fed
sebesar 25 basis poin di pertemuan September dengan probabilitas 92%,
sementara peluang The Fed menahan suku bunga semakin kecil. Kenaikan PPI
yang signifikan mengurangi kemungkinan pemangkasan suku bunga yang lebih
besar, karena inflasi produsen yang tinggi menimbulkan kekhawatiran bahwa
inflasi mungkin belum terkendali. hal itu juga didukung oleh pernyataan dari pejabat
FOMC Bostic yang melihat kemungkinan the Fed hanya pangkas suku bunga satu kali tahun ini.
Selain itu, para pelaku pasar masih dengan seksama memperhatikan hasil pertemuan Presiden Trump – Putin hari ini.
Ulasan Analisa Teknikal: pada perdagangan Kamis, harga emas berbalik turun
setelah gagal menembus resistance $3379 (fibo 61.8%). Sementara terlewatinya
support $3350 memberikan indikasi bahwa harga emas dapat melanjutkan
penurunan menguji support $3329, $3315 hingga $3309. hari ini naiknya harga
emas tertahan di Resistance $3342, $3350 hingga $3359. Range pergerakan
pasar diperkirakan dalam rentang antara $3350.20 hingga $3300.40. Selain data
Retail Sales, Pasar juga akan terfokus pada pertemuan Presiden Trump – Putin.