- by admin
- Oct 17, 2024
Pekan ini didominasi oleh ketidakpastian kebijakan The Fed. Laporan Non-Farm
Payrolls (NFP) hari Jumat menjadi penentu utama apakah kenaikan suku bunga
pada bulan September akan terjadi atau tidak. Peluang kenaikan suku bunga
September saat ini hanya diperhitungkan sekitar 65% oleh pasar, turun dari level
"fully priced" sebelum pertemuan terakhir. Sikap The Fed: Ketua Fed Kevin
Warsh dinilai membingungkan pasar; di satu sisi mempersiapkan kenaikan suku
bunga, namun di sisi lain tidak memberi sinyal kuat bahwa hal itu mutlak
diperlukan untuk menekan inflasi. Pasar obligasi merespons negatif dengan
mendorong imbal hasil (yield) Treasury 30 tahun ke level tertinggi sejak 2007.
Kalender Data Penting Pekan Ini: Selain NFP, investor akan memantau
serangkaian data ekonomi untuk mengukur pasar tenaga kerja dan inflasi:
Senin: PMI Manufaktur ISM. Selasa: Pesanan Pabrik (Factory Orders) &
Lowongan Kerja JOLTS. Rabu: PMI Jasa ISM & Laporan Payroll Privat ADP.
Kamis: Laporan PHK Challenger. Jumat: NFP AS (Ekspektasi: 91 ribu
pekerjaan, tingkat pengangguran 4,3%).
Geopolitik dan Sektor AI: Volatilitas pasar dipicu oleh dua faktor eksternal
utama: Geopolitik (Iran): Ketegangan di Timur Tengah tetap tinggi. Investor
memantau apakah pelanggaran gencatan senjata AS-Iran akan memicu kembali
tekanan harga (inflasi) akibat gangguan lalu lintas di Selat Hormuz. Sektor
Teknologi (AI): Kekhawatiran tentang "gelembung AI" dan investasi berlebihan
(over-investment) masih menghantui pasar, meskipun ekonomi AS menunjukkan
ketahanan. Valuasi saham teknologi dianggap terlalu tinggi, sehingga standar
untuk laporan pendapatan menjadi sangat ketat.
Meski tertekan, aksi jual pada saham semikonduktor dinilai mungkin berlebihan.
Pemulihan sektor ini bergantung pada laporan pendapatan perusahaan teknologi
besar pekan ini.