- by admin
- Oct 17, 2024
Investing.com — Ekonomi China tumbuh lebih tinggi dari perkiraan pada kuartal pertama 2026, menurut data resmi produk domestik bruto (PDB) yang dirilis pada Kamis. Pertumbuhan ditopang oleh permintaan ekspor yang kuat serta ketahanan belanja domestik.
PDB China naik 5% secara tahunan, melampaui ekspektasi pasar sebesar 4,8% dan lebih tinggi dari pertumbuhan 4,5% pada kuartal sebelumnya. Secara kuartalan, ekonomi China tumbuh 1,3%, sedikit di bawah perkiraan 1,4%, tetapi masih lebih baik dibandingkan kenaikan 1,2% pada kuartal IV 2025.
Kuartal pertama biasanya mendapat dukungan dari liburan Tahun Baru Imlek. Pada 2026, belanja konsumen selama periode tersebut kembali menjadi penopang pertumbuhan. Inflasi yang sedikit membaik, terutama pada harga produsen, juga membantu aktivitas ekonomi, meski kekhawatiran atas kelebihan kapasitas di sektor manufaktur masih membayangi.
Ekspor menjadi motor utama pertumbuhan setelah melonjak tajam pada Januari dan Februari, menyusul pencabutan sejumlah tarif perdagangan AS melalui putusan Mahkamah Agung pada akhir 2025. Meski permintaan dari luar AS masih kuat, ekspor diperkirakan mulai kehilangan momentum menjelang akhir kuartal pertama.
Untuk 2026, China menetapkan target pertumbuhan PDB di kisaran 4,5% hingga 5%, lebih rendah dibanding tahun-tahun sebelumnya dan menjadi target terlemah sejak 1991. Meski begitu, data terbaru menunjukkan pertumbuhan masih berada di ujung atas target Beijing dan sejalan dengan laju rata-rata lima tahun terakhir.
Pemerintah China berjanji akan terus memberi dukungan fiskal melalui peningkatan belanja infrastruktur utama dan layanan publik, sekaligus mendorong konsumsi swasta serta tabungan rumah tangga.
Namun, sejumlah data terpisah menunjukkan momentum ekonomi mulai melemah menjelang akhir kuartal pertama. Produksi industri China tumbuh 5,7% year-on-year pada Maret, lebih baik dari perkiraan 5,4%, tetapi melambat dari 6,3% pada bulan sebelumnya. Investasi aset tetap naik 1,7%, di bawah ekspektasi 1,9% dan sedikit turun dari 1,8% pada Februari.
Sementara itu, penjualan ritel hanya tumbuh 1,7% year-on-year, jauh di bawah perkiraan 2,4% dan melambat dari 2,8% pada bulan sebelumnya. Tingkat pengangguran juga naik tak terduga menjadi 5,4% dari 5,3%, berlawanan dengan ekspektasi penurunan ke 5,2%.