- by admin
- Oct 17, 2024
Harga emas stabil di atas $3.350 setelah pada Minggu lalu mengalami tekanan.
Grafik jangka pendek nampaknya naik untuk saat ini dipengaruhi oleh sentiment
tarif dari AS yang diumumkan terhadap beberapa negara. Minggu ini data inflasi
Juni dari AS dan perkembangan terkait tarif masih menjadi faktor utama pasar.
Selain berita tersebut, para pelaku pasar juga akan mencermati berita terkait
laporan data PDB China.
Ulasan Analisa Fundamental: Data inflasi Juni AS dan perkembangan terbaru
seputar hubungan perdagangan AS dapat memengaruhi pergerakan XAU/USD
dalam jangka pendek. Emas memanfaatkan aliran dana safe-haven. Selama
akhir pekan, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa negara-negara yang
bergabung dengan kelompok BRICS, akan dikenakan tarif tambahan 10. di sisi
lain, dari data CPI bila terjadi kenaikan signifikan sebesar 0,4% atau lebih pada
CPI inti, dapat membuat peserta pasar kembali mengevaluasi kemungkinan
pemotongan suku bunga pada September. Dalam skenario ini, USD
kemungkinan akan menguat dan emas turun. Selain itu, kenaikan imbal hasil
dapat turut menekan emas. Data Indeks Harga Produsen (PPI) dan Penjualan
Ritel untuk Juni akan menjadi bagian dari rilis data AS pada Rabu dan Kamis,
masing-masing, sebelum laporan Indeks Sentimen Konsumen Pra-Rilis
Universitas Michigan untuk Juli menutup pekan pada Jumat.
Ulasan Analisa Teknikal: pada perdagangan hari Jumat, harga emas Nampak
mulai menunjukkan kenaikan. Frame Bearish Trend Channel H4 telah terlewati
memberi celah untuk naik menguji resistance $3373.60. Namun demikian bila
terlewati, emas dapat mengejar target berikutnya Ke level $3385, $3396 hingga
$3404. Di sisi lain, penurunan emas dapat menguji support $3359, $3343 hingga
$3333/onz. Range pergerakan pasar diperkirakan dalam rentang antara
$3273.80 hingga $3333.30.