Jumat, Maret 13, 2026 23:11:26 Jakarta, Indonesia

Tarif Import Terhadap Produk Farmasi Akan Segera Diumumkan, Pasar Waspada


Tarif Import Terhadap Produk Farmasi Akan Segera Diumumkan, Pasar Waspada
Tarif Import Terhadap Produk Farmasi Akan Segera Diumumkan, Pasar Waspada
447 views

Bloomberg, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengisyaratkan akan segera memberlakukan tarif impor terhadap produk farmasi pada akhir bulan ini, dan menyebut bahwa tarif untuk semikonduktor juga akan menyusul dalam waktu dekat. Tarif-tarif tersebut kemungkinan akan diterapkan bersamaan dengan skema tarif “resiprokal” yang dijadwalkan berlaku mulai 1 Agustus.

“Kemungkinan akhir bulan, dan kami akan mulai dengan tarif rendah, memberi waktu sekitar satu tahun bagi perusahaan farmasi untuk membangun [fasilitas produksi], lalu setelah itu kami akan naikkan tarifnya menjadi sangat tinggi,” ujar Trump kepada wartawan, Selasa (15/7), setibanya di Washington usai menghadiri KTT kecerdasan buatan (AI) di Pittsburgh.

Trump juga menyebut bahwa jadwal pemberlakuan tarif untuk semikonduktor akan “serupa”, seraya mengatakan bahwa prosesnya “kurang rumit” dibanding obat-obatan. Namun, ia tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Dalam rapat kabinet awal bulan ini, Trump telah menyatakan rencananya untuk memberlakukan tarif sebesar 50% terhadap tembaga dalam beberapa minggu ke depan. Ia juga memperkirakan tarif farmasi dapat meningkat hingga 200% setelah perusahaan diberi waktu satu tahun untuk memindahkan produksi kembali ke AS. Trump sebelumnya telah memulai penyelidikan di bawah Section 232 Trade Expansion Act 1962 terhadap impor obat-obatan, dengan alasan banjirnya produk asing mengancam keamanan nasional.

 

Namun, tarif ini berpotensi langsung berdampak pada perusahaan farmasi besar seperti Eli Lilly & Co, Merck & Co, dan Pfizer Inc yang memproduksi obat di luar negeri — serta dapat menaikkan harga bagi konsumen di AS. Hal serupa berlaku untuk tarif semikonduktor, yang diperkirakan akan memengaruhi tidak hanya cip itu sendiri, tetapi juga produk-produk populer seperti laptop dan ponsel dari Apple Inc dan Samsung Electronics Co Ltd.

Ancaman tarif ini muncul di tengah langkah Trump mengirimkan surat kepada sejumlah mitra dagang yang secara sepihak menetapkan tarif impor — meski ia tetap menyatakan masih membuka ruang negosiasi. Sebelumnya pada Selasa, Trump mengumumkan kesepakatan dengan Indonesia yang menurunkan tarif dari 32% menjadi 19%. Sebagai bagian dari kesepakatan itu, Indonesia disebutkan akan membeli energi AS senilai US$15 miliar, produk pertanian senilai US$4,5 miliar, dan 50 unit pesawat Boeing Co.

Trump juga memperkirakan bahwa ia bisa mencapai “dua atau tiga” kesepakatan dagang sebelum tarif resiprokal resmi diberlakukan pada 1 Agustus, dan menyebut India sebagai negara yang paling berpotensi mencapai kesepakatan.

“Kami tengah berdiskusi secara substansial dengan lima sampai enam negara, tapi saya tak harus selalu menyepakati kesepakatan—saya juga cukup puas hanya dengan surat,” ujar Trump.

Presiden AS itu juga menyebut bahwa ia kemungkinan akan memberlakukan tarif standar “sekitar sedikit di atas 10%” terhadap negara-negara kecil yang tidak mendapatkan perlakuan tarif khusus.

Sebelumnya pada hari yang sama, Trump menyampaikan bahwa perwakilan dari Uni Eropa — yang dikenai tarif 30% — akan bertemu dengan negosiator AS pekan ini. Usai kembali dari Pittsburgh, Trump menambahkan bahwa beberapa negara seperti Korea Selatan telah menunjukkan kesiapan membuka diri untuk perundingan perdagangan usai ancaman tarif dilontarkan, sementara negara lain seperti Jepang belum menunjukkan sinyal serupa.

Trump juga menepis kekhawatiran bahwa ancamannya untuk menjatuhkan tarif “sekunder” terhadap mitra dagang Rusia — jika Moskow tidak setuju dengan gencatan senjata di Ukraina — bisa berdampak pada konsumen AS, meskipun sejumlah pakar memperingatkan bahwa kebijakan tersebut berpotensi meningkatkan harga energi.

“Saya rasa tidak. Saya pikir semua itu pada akhirnya akan selesai dengan sendirinya,” kata Trump.

We Are Team

admin

Please Login to comment in the post!

you may also like