- by admin
- Oct 17, 2024
Pasangan USD/JPY bergerak sedikit turun mendekati level 158,85 pada sesi awal perdagangan Asia hari Kamis. Yen Jepang (JPY) menguat tipis lawan Dolar AS (USD) seiring ketegangan perang di Timur Tengah yang memicu permintaan aset aman. Trader juga menanti rilis Klaim Pengangguran Awal AS pukul 19:30 WIB.
Iran melancarkan "operasi paling intensif sejak awal perang," dengan upaya gencar menghalangi lalu lintas Selat Hormuz—jalur krusial 20% pasokan minyak global. Militer AS menolak eskorta kapal tanker atau sipil hingga ancaman tembakan Iran mereda, sementara Israel merespons dengan "gelombang serangan skala besar" ke infrastruktur Hizbullah.
Ketegangan Iran dengan AS, Israel, dan tetangga bisa dorong JPY lebih kuat lagi, tekan USD/JPY jangka pendek.
CPI AS Februari naik 0,3% MoM (sesuai ekspektasi, dari 0,2% prioritas); CPI inti 0,2% MoM (dari 0,3%, juga sesuai). Kenaikan harga minyak akibat konflik berpotensi picu inflasi lebih tinggi.
Fed kemungkinan pertahankan suku bunga di 18 Maret; trader pantau CPI Maret dan dampak minyak ke inflasi. Brent crude melonjak ke $82/barel, tambah tekanan risk-off yang untungkan JPY.