- by admin
- Oct 17, 2024
Bloomberg, Presiden Luiz Inácio Lula da Silva menegaskan Brasil dapat bertahan hidup tanpa perdagangan dengan AS dan akan mencari mitra lain untuk menggantikannya. Ini merupakan respons tajam Lula atas ancaman tarif 50% dari Presiden Donald Trump terhadap negara Amerika Selatan tersebut.
"Kita harus mencari mitra lain untuk membeli produk kita. Perdagangan Brasil dengan AS hanya mewakili 1,7% dari PDB-nya," kata Lula dalam wawancara yang disiarkan Record TV pada Kamis (10/7/2025) malam. "Bukan berarti kita tidak bisa bertahan hidup tanpa AS."
Lula juga menekankan bahwa negara-negara seperti Brasil tidak wajib untuk terus menggunakan dolar AS dalam perdagangan, mengulangi pernyataan yang ia sampaikan pada KTT BRICS akhir pekan lalu di Rio de Janeiro, di mana ia meminta para pemimpin dunia untuk mencari cara mengurangi ketergantungan pada dolar AS dalam perdagangan internasional.
Pada Rabu, Trump mengatakan akan memberlakukan tarif pada barang-barang Brasil melalui surat yang menyinggung masalah hukum Jair Bolsonaro, mantan presiden sayap kanan sekaligus rival Lula yang sedang menghadapi persidangan atas tuduhan percobaan kudeta setelah kalah dalam Pemilu 2022.
Tarif baru AS—jauh lebih tinggi dari 10% yang awalnya diumumkan pada April—muncul setelah hari pertama pertemuan negara-negara pasar berkembang BRICS, di mana Lula dan para pemimpin lainnya mengkritik tarif dan serangan militer terhadap Iran meski mereka menghindari penyebutan Trump.
AS merupakan mitra dagang terbesar kedua Brasil, setelah China. Bloomberg Economics memperkirakan tarif 50% berisiko menurunkan ekonomi Brasil sebesar 1%.
Pemimpin Brasil itu sebelumnya berjanji akan membalas Trump dengan tindakannya sendiri, sementara pemerintah dan sekutunya menuduh Trump mencampuri urusan Brasil melalui kampanye hubungan masyarakat yang mendadak.