- by admin
- Oct 17, 2024
Investing.com — PDB Jepang pada kuartal pertama 2026 direvisi turun menjadi tumbuh 1,8% year-on-year, dari 2,1% sebelumnya, namun masih melampaui perkiraan Bloomberg sebesar 1,4%. Pelemahan terutama disebabkan pengeluaran modal yang turun 0,7% kuartal-ke-kuartal karena ketidakpastian ekonomi — sebagian besar terkait perang di Timur Tengah — yang mendorong perusahaan menunda investasi besar.
Momentum pertumbuhan juga melambat setelah dorongan belanja infrastruktur kecerdasan buatan pada kuartal-kuartal sebelumnya. Meski begitu, konsumsi swasta dan permintaan ekspor tetap menopang ekonomi pada kuartal tersebut.
Perang di Timur Tengah menaikkan harga energi dan menjadi risiko utama yang dapat mempertahankan tekanan inflasi, sekaligus membatasi ruang manuver Bank Sentral Jepang untuk menaikkan suku bunga pada pertemuan mendatang. Ketergantungan Jepang pada impor energi juga menekan nilai tukar yen dalam beberapa pekan terakhir.