Data Inflasi AS, Agenda Pertemuan AS - China dan Geopolitik Timur Tengah Masih Menjadi Berita Utama


Data Inflasi AS, Agenda Pertemuan AS - China dan Geopolitik Timur Tengah Masih Menjadi Berita Utama
Data Inflasi AS, Agenda Pertemuan AS - China dan Geopolitik Timur Tengah Masih Menjadi Berita Utama
225 views

Pasar menyambut upaya perdamaian Trump-Iran meski harga minyak melonjak akhir April, tapi reli AI menutupi kekhawatiran krisis energi. Ekspektasi inflasi AS naik (breakeven 10 tahun di atas level pra-perang), tapi masih di bawah puncak pasca-invasi Rusia-Ukraina. Risiko eskalasi tinggi karena perebutan Selat Hormuz dan pelanggaran Israel-Hezbollah; pemulihan aliran minyak butuh bulan-bulan.

Fokus Minggu Depan:

  • Data Inflasi AS: CPI Selasa (proyeksi 3,6% y/y dari 3,3% Maret; inti 2,6%), PPI Rabu. Kenaikan besar bisa picu risk-off jika bertentangan dengan harapan pemotongan suku bunga Fed, terutama dengan lelang Treasury.

  • Agenda Trump: Prioritas ke China bertemu Xi soal perdagangan; negosiasi Iran nomor dua.

  • Lainnya: Konfirmasi Kevin Warsh (Senin, pro-pemotongan suku bunga tapi reformasi bisa picu panic), penjualan ritel (Kamis), penjualan rumah (Senin), Empire State manufaktur & produksi industri (Jumat).

Investor kurangi taruhan kenaikan suku bunga seiring minyak turun, tapi situasi Timur Tengah tentukan reaksi pasar—CPI sensitif jika inflasi tinggi tanpa kemajuan damai. 

Poundsterling Dihadapkan Pada Rencana Kenaikan Suku Bunga
Karena Prospek Naiknya Inflasi

Bagi pound sterling, yang pemulihannya terhadap dolar AS telah dibatasi oleh
risiko stagflasi bahkan ketika Bank of England mempersiapkan kenaikan suku
bunga di musim panas, perkembangan geopolitik dipantau dengan cermat untuk
menentukan waktu dan skala pengetatan kebijakan moneter. Perkiraan awal
pertumbuhan PDB kuartal pertama minggu depan mungkin akan menjadi hal
sekunder dibandingkan dengan berita utama tentang Iran, tetapi tetap penting,
terutama data bulanan untuk bulan Maret, untuk mengukur dampak dimulainya
perang Iran terhadap perekonomian Inggris. Data tersebut akan dirilis pada hari
Kamis, bersamaan dengan rincian pertumbuhan sektoral untuk kuartal penuh
dan bulan Maret.

Kiwi Bersinar Sementara Euro Tertinggal
Perkiraan kenaikan suku bunga hampir penuh 25 basis poin dari ekspektasi ECB
akhir tahun setelah meredanya ketegangan di Timur Tengah mungkin menjadi
penyebab kinerja euro yang kurang baik. Angka ketenagakerjaan triwulanan dan
perkiraan kedua pertumbuhan PDB kuartal pertama, keduanya pada hari Rabu,
dan indikator sentimen ekonomi ZEW Jerman pada hari Selasa adalah sorotan
agenda Eropa, meskipun kemungkinan tidak akan banyak memengaruhi euro.
Di sisi lain, China diperkirakan akan melaporkan lonjakan dalam ukuran CPI dan
PPI pada hari Senin karena harga energi yang lebih tinggi mulai berlaku pada
bulan April. Pada hari Rabu, data pertumbuhan upah triwulanan akan dipantau di
Australia untuk mencari petunjuk tentang kemungkinan kenaikan suku bunga
keempat oleh Reserve Bank of Australia. Sementara itu, di Selandia Baru, survei
ekspektasi inflasi triwulanan RBNZ dapat membantu reli dolar Selandia Baru yang
mengesankan selama satu bulan terhadap dolar AS jika menunjukkan
peningkatan.

We Are Team

admin

Please Login to comment in the post!

you may also like

" />
Rabu, Juni 10, 2026 9:52:31 Jakarta, Indonesia