Jumat, Maret 13, 2026 15:59:29 Jakarta, Indonesia

Dolar Australia Naik Karena Trump Menunda Tarif Resiprokal


Dolar Australia Naik Karena Trump Menunda Tarif Resiprokal
Dolar Australia Naik Karena Trump Menunda Tarif Resiprokal
585 views

Dolar Australia menguat karena Trump menunda penerapan tarif resiprokal.
AUD mungkin menghadapi hambatan karena RBA mempertahankan sikap penurunan suku bunga menyusul prospek inflasi yang baru.
Dolar AS melemah di tengah penurunan imbal hasil AS, meskipun ada kekhawatiran yang terus berlanjut atas perang perdagangan global.
Dolar Australia (AUD) menguat untuk hari kedua berturut-turut pada hari Jumat, didorong oleh keputusan Presiden AS Donald Trump untuk menunda penerapan tarif resiprokal. Selain itu, pasangan AUD/USD menguat karena Dolar AS (USD) melemah di tengah penurunan imbal hasil AS di seluruh kurva, meskipun ada kekhawatiran yang sedang berlangsung tentang perang perdagangan global. Para investor saat ini menunggu rilis data Penjualan Ritel AS pada hari ini.

AUD mungkin menghadapi tantangan karena ekspektasi penurunan suku bunga Reserve Bank of Australia (RBA) tetap bertahan menyusul data prospek inflasi terbaru. Ekspektasi inflasi konsumen naik menjadi 4,6% di bulan Februari dari 4,0% di bulan Januari, mencapai level tertinggi sejak April 2024. Hal ini terjadi menjelang pertemuan kebijakan moneter pertama RBA tahun ini minggu depan, dengan peluang pasar menunjukkan probabilitas 95% penurunan suku bunga menjadi 4,10%, karena data terbaru menunjukkan inflasi yang mendasari mendingin lebih cepat dari yang diantisipasi.

Kenaikan pasangan AUD/USD dapat dibatasi karena data inflasi AS yang kuat memperkuat ekspektasi akan berlanjutnya kenaikan suku bunga Federal Reserve (Fed). Ketua Fed Jerome Powell baru-baru ini menegaskan bahwa bank sentral tidak terburu-buru untuk menurunkan suku bunga lebih lanjut, mengutip ekonomi yang tangguh dan inflasi yang terus tinggi.

We Are Team

admin

Please Login to comment in the post!

you may also like