- by admin
- Oct 17, 2024
Harga emas bergerak di bawah $2.650 di sesi Asia pada hari Senin. Pemulihan Dolar AS kembali membebani logam mulia. Ketegangan geopolitik yang terus berlanjut dan ancaman tarif baru Trunp terhadap BRICS menghidupkan kembali permintaan terhadap Dolar AS, sehingga membebani logam mulia berdenominasi USD. Selain itu, minggu ini pasar juga akan terfokus pada data Nonfarm Payroll dan tingkat pengangguran AS yang akan dirilis akhir pekan nanti. Selain itu para pelaku pasar tetap memperhatiakn perkebangan dari geopolitik Rusia-Ukraina.
Ulasan Analisa Fundamental: Terlepas dari meningkatnya risiko perang tarif global, pengumuman tarif Presiden terpilih AS Donald Trump di awal pekan, USD mempertahankan kinerja suramnya terhadap mata uang utama lainnya di tengah spekulasi bahwa Federal Reserve AS (Fed) akan menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) pada bulan Desember. Data Personal Consumption Expenditure (PCE) Price Index AS yang sejalan dengan ekspektasi yang dirilis pada hari Rabu gagal menghalangi ekspektasi penurunan suku bunga The Fed. Pasar saat ini memperkirakan peluang penurunan suku bunga The Fed pada bulan Desember sebesar 63%, FedWatch Tool dari CME naik dari 55%. Selain itu para pelaku pasar juga akan mengamati data Nonfarm Payroll yang akan dirilis pada akhir pekan ini. Sejauh ini pasar memperkirakan adanya peningkatan.
Ulasan Analisa Teknikal: Pada grafik harian emas mulai kembali bearish. Hal itu juga didukung oleh grafik 4 jam yang menunjukkan pola bearish. Penurunan emas saat ini menguji level support $2605.10. Secara teknikal kenaikan emas masih terlihat terbatas di level resistance: $2652.10, $2666.30. hingga $2677.25. sementara turunnya menguji support: $2615.00, $2605,30 hingga $2588.50. fokus pasar saat ini pada pernyataan tarif trump dan laporan data Nonfarm Payroll akhir pekan ini.