- by admin
- Oct 17, 2024
Harga emas bergerak negatif di area $4.245 selama awal sesi Asia pada hari
Senin. Logam mulia melemah setelah reli Panjang yang memecahkan rekor baru-baru ini tampak terlalu berlebihan dan permintaan fisik mereda setelah musim
liburan. Kekhawatiran tentang risiko ekonomi dari ketegangan perdagangan AS-Tiongkok yang kembali terjadi, ketidakpastian geopolitik, dan penutupan
pemerintah AS yang berkepanjangan membebani sentimen investor.
Ulasan Analisa Fundamental: Pemangkasan suku bunga dua kali lagi dari
Federal Reserve AS (Fed) tahun ini mendukung penguatan emas, sementara
ekspektasi dovish Fed menyebabkan dolar AS melemah selama empat hari
berturut-turut ke level terendah satu setengah minggu, memperkuat posisi emas
sebagai aset safe haven. Meskipun emas mengalami koreksi akibat kondisi jenuh
beli, koreksi ini dianggap sebagai peluang beli. Ketegangan perdagangan AS-Tiongkok meningkat setelah Presiden Donald Trump mengancam tarif hingga
100% dan pembalasan tarif pelabuhan, menimbulkan kekhawatiran perang
dagang besar. Penutupan pemerintah AS yang berkepanjangan juga menambah
dukungan pada emas. Senat AS menolak RUU pendanaan jangka pendek yang
dapat mengakhiri penutupan, menegaskan kebuntuan politik. Di sisi geopolitik,
Rusia meluncurkan serangan rudal dan drone ke fasilitas gas Ukraina timur,
sementara Trump berencana bertemu Putin untuk upaya perdamaian.
Ulasan Analisa Teknikal: pada perdagangan hari Jumat, harga emas kembali
naik ke level $4379/onz di pasar Asia. Sementara pada pebukaan hari ini, harga
emas naik setelah gagal menguji support $4186. Naiknya emas menguji
resistance $4282*, dengan sentiment yang masih kuat. Trend grafik harian
moderat, kendati koreksi minor dapat berlanjut bila resistance kunci $4305 tidak
terlewati. Sementara supportnya tertahan di level $4218, $4186 hingga $4171.
Range pasar diperkirakan dalam rentang $4282.50 hingga $4180.80