- by admin
- Oct 17, 2024
fxstreet.com: Data CPI dan PMI Mendominasi Agenda, Laporan Keuangan Turut Menjadi Fokus Investor mempertahankan ekspektasi dovish terkait pemangkasan suku bunga The Fed setelah dolar AS menguat didorong pernyataan Presiden Trump yang menenangkan kekhawatiran ketegangan perdagangan AS-Tiongkok. Namun, penguatan dolar tertahan karena nada dovish Ketua The Fed, Jerome Powell, yang mengindikasikan kemungkinan pemangkasan suku bunga agresif dengan pasar tenaga kerja yang lesu. Powell memperkirakan dua penurunan suku bunga pada 2025 dan tiga pada 2026, lebih agresif dibandingkan dot plot The Fed yang memprediksi satu penurunan tahun depan. Ia juga mengakui prospek ekonomi lebih kuat dari perkiraan, meski penutupan pemerintah dapat mengaburkan data. Investor kini fokus pada data inflasi CPI AS bulan September dan PMI Global S&P Oktober. Inflasi diperkirakan tetap sekitar 3% y/y, sedikit naik dari Agustus, mendukung pandangan Powell. Jika data inflasi stagnan dan PMI kuat, investor mungkin mengurangi ekspektasi pemotongan suku bunga, menguntungkan dolar AS. Namun, jika inflasi melambat, dolar bisa melemah.
PMI Zona Euro Mengonfirmasi Pemangkasan Bunga ECB Berakhir?
PMI Global S&P awal Oktober akan mempengaruhi arah euro yang melemah
akibat kebuntuan politik Prancis. Pasar belum sepenuhnya memperkirakan
pemangkasan suku bunga ECB, namun peluang sekitar 70% untuk pemotongan
25bps pada Juli 2026 menunjukkan beberapa investor yakin pelonggaran selesai.
Beberapa pembuat kebijakan ECB menilai suku bunga tidak perlu diubah dalam
beberapa bulan, tapi anggota Dewan Gubernur Villeroy memperkirakan langkah
berikutnya adalah pemangkasan, bukan kenaikan. Pernyataan Wakil Presiden de
Guindos tentang euro yang kuat juga menimbulkan spekulasi pemangkasan suku
bunga di masa depan, yang dapat melemahkan euro terhadap dolar. PMI lemah
bisa memicu kekhawatiran tersebut.
Apakah Inflasi Inggris Meningkat Seperti Yang Diproyeksikan BoE?
Para pedagang Pound menghadapi minggu sibuk dengan data CPI September,
penjualan ritel, dan PMI Global S&P yang akan dirilis. Bank of England
mempertahankan suku bunga 4% dengan voting 7-2, dua anggota ingin
turunkan 25bps. BoE menilai kebijakan moneter makin longgar, dan ada
kemajuan lebih besar pada penurunan tekanan upah dibanding harga.
Data ketenagakerjaan menunjukkan pendapatan rata-rata turun walau y/y tetap
tinggi 4,7%, dan pengangguran naik 4,8%. Pasar memperkirakan peluang
hampir 50% turunnya suku bunga 25bps lagi pada Desember, dengan penurunan
lanjutan untuk Februari dan akhir 2026. Pernyataan Menteri Keuangan Inggris
Rachel Reeves soal kenaikan pajak dan pemotongan belanja memengaruhi
ekspektasi dovish pasar. BoE proyeksikan inflasi sedikit naik di September dari
3,8% y/y Agustus. Jika data IHK konfirmasi, investor bisa kurangi taruhan
penurunan suku bunga, menguatkan Pound. Penjualan ritel dan PMI positif akan
memperkuat keyakinan agar kebijakan bunga tak buru-buru diturunkan.
Data CPI Kanada dan Jepang Akan Menjadi Acuan Langkah
Kebijakan BoC dan BOJ
Bank of Canada menurunkan suku bunga 25bps pada 17 September karena
ekonomi melemah dan pengangguran naik, dengan pasar memperkirakan
penurunan suku bunga tambahan Oktober. Perlambatan IHK dapat memperbesar
peluang penurunan ini dan melemahkan loonie.
Di Jepang, peluang kenaikan suku bunga Bank of Japan naik menjadi 65% di
tengah kebuntuan politik setelah Sanae Takaichi terpilih sebagai pemimpin LDP
dan kehilangan dukungan Komeito. Ketidakpastian ini mendorong investor
bertaruh pada kenaikan suku bunga, memulihkan yen, namun data inflasi kuat
diperlukan agar tren kenaikan berlanjut.
Tiongkok akan merilis data PDB Q3, produksi industri, investasi, penjualan ritel,
dan pengangguran September. Penurunan harga konsumen lebih tajam dari
perkiraan dan deflasi harga produsen menunjukkan lemahnya permintaan
domestik. Data lemah dapat memicu tindakan stimulasi dari otoritas Tiongkok,
yang berpotensi menekan mata uang Australia dan Selandia Baru sebagai mitra
dagang utama Tiongkok.
Laporan Keuangan Terfokus Pada Hasil Netflix dan Tesla.
Netflix mendapat sorotan setelah Elon Musk menyerukan pembatalan langganan
terkait kontroversi acara animasi, namun dampaknya diperkirakan terbatas
karena pernyataan tersebut terlambat dan perusahaan akan fokus pada
pendapatan daripada pertumbuhan pengguna mulai kuartal keempat 2024.
Tesla kemungkinan akan menonjolkan pengiriman kendaraan dan margin
keuntungan otomotif, dengan rekor 497.099 pengiriman pada kuartal ketiga
2025, naik 7% dari tahun sebelumnya. Hasil ini diperkirakan akan mendukung
harga saham Tesla. Selain itu, para pelaku pasar juga masih mengaitkan
pergerakan bursa saham dengan sejumlah perkembangan negosiasi dagang AS –
China dan faktor government Shutdown yang membebani.