- by admin
- Oct 17, 2024
Harga emas terlihat menguat mendekati $2,650 pada jam perdagangan Asia di hari Senin karena Dolar AS berjuang untuk mempertahankan kenaikan setelah rilis data PMI Manufaktur ISM AS. Harapan stimulus China dan nada risiko yang lebih lunak mendukung logam mulia ini. Semua mata tetap tertuju pada geopolitik dan pidato notulen Fed untuk mendapatkan dorongan baru. Selain itu, di akhir pekan laporan data tenaga kerja AS juga dinanti.
Ulasan Analisa Fundmental: Harga emas (XAU/USD) kembali bergerak naik pada Jumat menyentuh level $2665/onz. Namun reli terhenti setelah rilis data PMI AS. Emas naik karena permintaan berkelanjutan disebabkan oleh permintaan safe haven yang kuat di tengah ketegangan geopolitik yang terus berlanjut di Timur Tengah dan konflik Rusia-Ukraina yang berkepanjangan. Menurut tiga sumber yang dikutip oleh Axios, Presiden AS Joe Biden dilaporkan telah mendiskusikan rencana darurat untuk menyerang fasilitas nuklir Iran jika Teheran membuat kemajuan yang signifikan dalam mengembangkan bom nuklir sebelum pelantikan Donald Trump pada tanggal 20 Januari. Dari sisi data ekonomi, pasar memantau perkebangan dari notulen FOMC yang diagendakan pada hari Kamis dini hari. Selain itu data Nonfarm Payroll AS juga akan ditunggu sebagai petunjuk arah emas.
Ulasan Analisa Teknikal: Pada grafik harian, emas terlihat bergerak netral. Sementara, pada grafik 4 jam, mendukung kenaikan kendati bersifat terbatas menguji resistance $2652.10. Sementara itu penurunannya dapat menguji support $2638.50, $2625.35 hingga $2615.30. Sementara resistancenya menguji area $2664.70, $2671 hingga $2685.20. Range harian senin diperkirakan dalam kisaran antara $2664.00 hingga $2627.35.