- by admin
- Oct 17, 2024
Dolar AS berbalik arah setelah dua hari mengalami penurunan terhadap sebagian
besar mata uang utama pada hari Kamis. Ketegangan yang terus berlanjut di
Timur Tengah, sebagai akibatnya, emas menembus angka $4.000 dan mencatat
rekor terendah mingguan di $3.974. AS dan Iran telah saling menyerang selama
lima hari berturut-turut, dan pihak berwenang di kedua pihak menyatakan
bahwa Nota Kesepahaman (MoU) tidak lagi berlaku.
Ulasan Analisa Fundamental: Perwakilan juga menyebutkan kesediaan
mereka untuk bernegosiasi, tetapi Washington tidak bersedia menyerahkan
kendali Selat Hormuz kepada saingannya, sementara Teheran tidak akan
melepaskan kekuatan nuklirnya. Kebuntuan atas isu-isu tersebut bukanlah hal
baru, tetapi itulah alasan utama mengapa tidak ada kemajuan menuju
perdamaian. Harga Minyak Mentah kembali naik, dengan harga per barel West
Texas Intermediate (WTI) mendekati $80. Para pelaku pasar sedikit khawatir,
tetapi data inflasi yang menggembirakan baru-baru ini telah meredakan
sebagian besar kekhawatiran. Namun demikian, jika harga minyak
mempertahankan tren kenaikannya, kekhawatiran tentang tekanan harga dan
suku bunga yang lebih tinggi kemungkinan akan kembali menjadi fokus utama.
Dolar AS juga diuntungkan dari data AS, dengan penjualan ritel. Sementara itu,
klaim pengangguran turun menjadi 208 ribu dari sebelumnya 216 ribu.
Ulasan Analisa Teknikal: pada perdagangan hari Jumat, di pasar Asia harga
emas kembali tertekan karena AS – Iran masih panas, penurunan emas juga
didukung rilis data ekonomi positif. Harga emas turun ke level $3973, setelah
naik di kisaran $4038 hari Kamis. Emas turunnya tertahan di $3960/onz.
Resistance emas saat ini di $4016, $4038 hingga $4055. Support emas menguji
area $3960, $3940, $3915. Emas diperkirakan bergerak dalam range antara
$4016 hingga $3915.