Sabtu, Maret 14, 2026 0:48:17 Jakarta, Indonesia

Fokus Data Ekonomi Minggu Ini: Laporan Data PDB dan PCE Inflasi AS Akan Dipantau


Fokus Data Ekonomi Minggu Ini: Laporan Data PDB dan PCE Inflasi AS Akan Dipantau
Fokus Data Ekonomi Minggu Ini: Laporan Data PDB dan PCE Inflasi AS Akan Dipantau
1.4K views

Dolar AS Kembali tertekan pekan ini setelah pidato Powell yang memberikan
signal kebijakan Dovish. Namun nampaknya para pelaku pasar telah
mengantisipasi pemangkasan suku bunga bulan September setelah laporan data
Non-Farm Payroll (NFP) dan PMI non-manufaktur yang mengecewakan, serta
dampak tarif Trump memicu kekhawatiran resesi. Meskipun pasar hampir pasti
mengantisipasi pemangkasan suku bunga 25 basis poin pada September,
peluang pemangkasan lebih cepat dan tambahan hingga dua kali tahun ini masih
dipertimbangkan. Data inflasi konsumen (IHK) menunjukkan inflasi yang stabil,
namun harga produsen naik tajam, mendukung pandangan bahwa dampak tarif
terhadap inflasi mulai terasa.
Perhatian beralih ke data AS mendatang, termasuk estimasi kedua PDB kuartal
kedua dan inflasi PCE inti bulan Juli. Estimasi PDB yang kuat mendukung
pandangan The Fed agar tidak terburu-buru menurunkan suku bunga, sementara
risiko inflasi PCE meningkat sesuai tren IHK inti yang naik. Jika inflasi tetap
stagnan, pasar bisa memperkirakan penurunan suku bunga lanjutan setelah
September, yang berpotensi memperpanjang penguatan Dolar dan menekan
pasar saham, terutama perusahaan pertumbuhan tinggi.

 

Laporan Data Inflasi Kawasan Eropa Turut Menjadi Perhatian
Di Zona Euro, rilis awal angka inflasi IHK dari Italia, Prancis, dan Jerman akan
diawasi setelah ECB mempertahankan suku bunga dengan nada hawkish dari
Presiden Lagarde. Data PDB dan PMI yang membaik mengindikasikan hanya
potensi penurunan suku bunga kecil (10bps) akhir tahun ini, dengan peluang
moderate untuk penurunan kuartalan pada Desember dan lebih kecil lagi untuk
tahun depan. Jika inflasi tidak menurun lebih jauh dan pertumbuhan tetap solid,
penurunan suku bunga tambahan mungkin tidak diperlukan, yang bisa
memperkuat Euro.

 

Data CPI Tokyo Jadi Sorotan di Tengah Meningkatnya Peluang
Kenaikan Suku Bunga BoJ
Para pedagang yen harus mencermati sejumlah data penting dari Jepang. Pada
sesi Asia hari Jumat, angka Indeks Harga Konsumen (IHK) Tokyo untuk bulan
Agustus akan diumumkan, bersamaan dengan data tingkat pengangguran,
produksi industri, dan penjualan ritel nasional untuk bulan Juli.
Minggu ini, seorang mantan menteri luar negeri yang dikabarkan menjadi salah
satu kandidat calon perdana menteri Jepang menyatakan bahwa negara
tersebut perlu menaikkan suku bunga untuk memperkuat yen yang melemah.
Yen yang lemah telah mendorong inflasi dan membebani rumah tangga.
Pernyataan ini meningkatkan kemungkinan Bank of Japan (BoJ) akan menaikkan
suku bunga lagi sebelum akhir tahun, dengan peluang saat ini mencapai 70%.
Oleh karena itu, percepatan IHK Tokyo akan menjadi faktor penting yang dapat
memperkuat prediksi tersebut dan menstimulasi penguatan yen, terutama jika
data pendukung lainnya juga menunjukkan hasil positif.

 

PDB Kanada Lemah, Perkuat Peluang Pemangkasan Suku Bunga BoC
Selain itu, Produk Domestik Bruto (PDB) Kanada untuk kuartal kedua juga akan
dirilis bersamaan dengan data PCE inti AS. Loonie (mata uang Kanada) melemah
di awal pekan ini setelah data inflasi Kanada yang lemah memperkuat argumen
untuk pemangkasan suku bunga lanjutan oleh Bank of Canada (BoC). Saat ini,
investor memperkirakan peluang 33% untuk penurunan suku bunga sebesar 25
basis poin dalam pertemuan BoC mendatang pada 17 September, dengan
probabilitas meningkat menjadi 90% pada Desember. Jika data PDB yang akan
datang juga menunjukkan pelemahan, hal ini berpotensi memperkuat argumen
pemangkasan suku bunga sebelum akhir tahun dan menyebabkan aksi jual
lanjutan terhadap loonie.

We Are Team

admin

Please Login to comment in the post!

you may also like