- by admin
- Oct 17, 2024
Harga emas berada di level terendah dalam minggu ini di area $2,615 pada Jumat pagi setelah penurunan di hari Kamis. Para trader menunggu laporan NFP AS, yang akan memandu para pembuat kebijakan the Fed pada langkah kebijakan mereka selanjutnya dan diperkirakan dapat berpengaruh besar pada logam muia. Imbal hasil obligasi kembali merangkak naik, hal itu turut menekan emas untuk turun.
Harga emas (XAU/USD) melanjutkan perjuangannya untuk mendapatkan arah jangka pendek di tengah isyarat laporan data fundamental yang beragam dan tetap terbatas selama sesi Eropa pada hari Kamis. Risiko geopolitik yang terus berlanjut akibat memburuknya konflik Rusia-Ukraina, kekhawatiran perang dagang, serta gejolak politik di Prancis dan Korea Selatan, menjadi penarik bagi logam mulia safe haven. Meskipun demikian, ekspektasi untuk Federal Reserve (Fed) yang hawkish memicu kenaikan moderat pada imbal hasil obligasi Treasury AS dan membatasi kenaikan harga Emas. Faktanya, komentar dari beberapa anggota FOMC pada hari Rabu, termasuk Ketua Fed Jerome Powell, menunjukkan bahwa bank sentral AS akan mengambil sikap hati-hati dalam menurunkan suku bunga. Selain itu data NFP malam ini diprediksi naik menjadi 202K dari sebelumnya 12K, Sementara Unemployment diprediksi menjadi 4.2%.
Pada grafik harian emas mulai bergerak turun, didukung oleh pola bearish pada grafik weekly. Sementara grafik 4 jam bergerak turun menguji area $2605.30. Penurunan emas lebih dominan saat ini. Sementara itu kenaikan Nampak terbatas di area $2633.35. secara teknikal area resistance emas: $2635.48, $2652.30, hingga $2663.25. sementara turunnya menguji support: $2605.00, $2694,30 hingga $2580.50. fokus pasar saat ini pada NFP AS.