- by admin
- Oct 17, 2024
Emas naik ke level tertinggi tiga minggu selama sesi Asia pada hari Selasa dan
tampaknya tidak terpengaruh oleh penguatan moderat Dolar AS, didukung oleh
meningkatnya ketegangan AS-Iran. Namun, potensi kenaikan kemungkinan akan
tetap terbatas di tengah ekspektasi Fed yang agresif, yang cenderung
melemahkan emas. Para pedagang mungkin juga memilih untuk menunggu rilis
angka inflasi konsumen AS terbaru hari ini.
Ulasan Analisa Fundamental: Optimisme atas potensi kesepakatan
perdamaian AS-Iran dan de-eskalasi konflik memudar dengan cepat di tengah
permusuhan yang kembali terjadi di Selat Hormuz. Selain itu, Presiden AS
Donald Trump dan Iran sama-sama menolak proposal perdamaian satu sama
lain untuk mengakhiri perang dan pembukaan kembali Selat Hormuz secara
bertahap di tengah perbedaan pendapat besar mengenai program nuklir Iran.
Bahkan, Wall Street Journal melaporkan bahwa Iran telah menolak tuntutan AS
untuk membongkar fasilitas nuklirnya dan menangguhkan pengayaan uranium
selama 20 tahun. Sementara itu, perkembangan terbaru memicu kenaikan harga
minyak mentah dan menghidupkan kembali kekhawatiran inflasi. Para pedagang
saat ini memperkirakan peluang lebih dari 20% bahwa bank sentral AS akan
memberikan setidaknya satu kenaikan suku bunga 25 basis poin (bps) pada
akhir tahun ini. Oleh sebab itu, laporan data CPI AS akan sangat dinanti.
Ulasan Analisa Teknikal: pada perdagangan hari Senin, harga emas naik
kendati terjadi kegagalan negosiasi. AS menolak proposal perdamaian dan Iran
menolak membongkar fasilitas nuklirnya. Harga emas naik ke level $4748 pada
pasar AS hari Senin (11/05). Hari ini data CPI akan dirilis. Naiknya emas nampak
terbatas di resistance $4773, $4802 hingga $4836. Sementara turunnya harga
emas menguji support $4703/onz, bila terlewati, melanjutkan ke $4680, $4650.
Emas hari Senin, diperkirakan dalam range antara $4773 hingga $4635.