- by admin
- Oct 17, 2024
Harga emas diperdagangkan dalam range terbatas dengan Kembali menyentuh Resistance $2.649.80 selama awal sesi Asia hari Senin. Ketegangan geopolitik baru di Timur Tengah dan ekspektasi penurunan suku bunga Federal Reserve mendukung logam mulia. Indeks Harga Konsumen AS untuk bulan November akan menjadi sorotan pada hari Rabu. Sementara beberapa agenda pertemuan bank sentral turut menjadi perhatian pasar.
Ulasan Analisa Fundamental: Harga emas (XAU/USD) berjuang untuk memanfaatkan kenaikan kendati trend mingguan masih turun. Imbal hasil obligasi pemerintah AS tetap tertekan di tengah spekulasi bahwa Federal Reserve (Fed) akan menurunkan biaya pinjaman di bulan Desember. Hal ini, pada gilirannya, menekan Dolar AS (USD). Selain itu, sedikit penurunan dalam sentimen risiko global, ketegangan geopolitik, dan kekhawatiran perang dagang menjadi faktor lain yang menopang harga Emas sebagai aset safe haven. Meskipun demikian, harapan bahwa kebijakan Presiden AS terpilih Donald Trump akan meningkatkan inflasi, membatasi kenaikan lebih lanjut untuk XAU/USD. Sementara itu laporan data NFP akhir pekan lalu masih menunjukkan kondisi ekonomi yang solid. Kendati laporan pengangguran sedikit naik menjadi 4.2%. Sementra itu data CPI AS akan dinanti minggu ini untuk melihat prospek kebijakan suku bunga berikutnya.
Ulasan Analisa Teknikal: Pada grafik harian emas masih bergerak netral, namun telah terbentuk pola bearish pada grafik weekly. Sementara grafik 4 jam terlihat naik terbatas dengan menguji area $2650.00. Penurunan emas lebih dominan saat ini dengan support $2625.00, $2615,30 hingga $2600.20. Sementara naiknya emas nampak terbatas di area $2650.00, $2663.25, hingga $2677.50. Fokus pasar minggu ini pada laporan data inflasi AS yang akan dirilis pada hari Rabu.