- by admin
- Oct 17, 2024
Harga emas diperdagangkan turun ke area $4.730 selama sesi awal Asia pada
hari Kamis. Logam mulia turun karena para pedagang tetap berhati-hati
terhadap pembicaraan damai AS-Iran untuk mengakhiri perang yang hampir dua
bulan yang telah meningkatkan kekhawatiran inflasi global. Di sisi lain,
penutupan selat Hormuz mendorong naiknya harga minyak mentah, dan
menimbulkan kembali kekhawatrian peningkatan inflasi.
Ulasan Analisa Fundamental: Ketidakpastian melanda pasar keuangan
setelah perkembangan terbaru di Timur Tengah yang menyebabkan situasi
kebuntuan saat ini. Setelah beberapa kali bolak-balik, Amerika Serikat (AS) dan
Iran memutuskan untuk tidak melanjutkan negosiasi. Namun, Presiden AS
Trump mengumumkan bahwa AS akan mempertahankan gencatan senjata
sampai Iran "dapat mengajukan proposal terpadu." Teheran menanggapi dengan
menyatakan bahwa perpanjangan tersebut "tidak berarti apa-apa," dan bahwa
mereka akan merespons secara militer. Sementara itu, Selat Hormuz mengalami
blokade ganda, dan berita utama pada Rabu pagi menunjukkan Iran mengambil
alih kendali, menyita dan menyerang kapal-kapal minyak yang mencoba
melewatinya. Presiden AS Trump mengatakan bahwa pembicaraan dengan Iran
"mungkin" akan terjadi Jumat depan, tetapi kantor berita Tasnim membantahnya
dan melaporkan bahwa Iran saat ini tidak memiliki rencana untuk bernegosiasi.
Ulasan Analisa Teknikal: pada perdagangan hari Rabu, harga emas nampak
tertekan ke level $4715/onz. Tekanan terhadap emas terjadi setelah rencana
gencatan senjata pudar. Di pasar Asia pagi ini, harga emas nampak naik terbatas
dengan resistance $4753, $4772 hingga $4802. Sementara turunnya harga emas
menguji level support $4668/onz, bila terlewati, melanjutkan ke $4630, $4600.
Emas hari Kamis diperkirakan dalam range pergerakan antara $4753 hingga
$4620.