- by admin
- Oct 17, 2024
Harga emas turun di bawah $5.100 pada sesi awal Asia Jumat. Di sisi lain,
konflik di Timur Tengah telah mendorong kenaikan harga minyak dan gas,
memicu kekhawatiran akan inflasi yang kembali meningkat. Iran
mengintensifkan serangan di seluruh Teluk, yang mungkin membantu
membatasi kerugian emas. Logam mulia ini kehilangan momentum di tengah
penguatan dolar AS (USD).
Ulasan Analisa Fundamental: Laporan ketenagakerjaan AS untuk bulan
Februari akan menjadi sorotan utama pada Jumat sore. Lonjakan harga minyak
dan gas akibat konflik di Timur Tengah telah memicu kekhawatiran inflasi baru,
menyebabkan para pedagang mengurangi taruhan pada pelonggaran lebih lanjut
oleh The Fed. “Volatilitas baru-baru ini bukan berarti permintaan emas sebagai
aset safe-haven telah melemah,” kata analis Morgan Stanley. “Perlambatan ini
sebagian besar didorong oleh dua kekuatan: dolar AS yang lebih kuat dan
investor yang mencari likuiditas. Iran melancarkan gelombang serangan rudal
dan drone baru di seluruh Teluk pada hari Kamis, dengan serangan dilaporkan di
Uni Emirat Arab, Bahrain, Qatar, dan Kuwait. Menteri Luar Negeri Iran Abbas
Araghchi mengatakan bahwa Teheran belum meminta gencatan senjata dan
tidak berniat untuk bernegosiasi, dan Korps Garda Revolusi Islam Iran
mengatakan serangan akan meningkat dalam beberapa hari mendatang.
Ulasan Analisa Teknikal: pada perdagangan hari Kamis, terjadi penurunan
harga emas menguji level $5051/onz karena penguatan dolar. Namun, turunnya
harga emas terbatasi oleh gejolak geopolitik yang semakin meluas. Naiknya
emas berpeluang lanjut menguji level $5081, $5150 hingga $5205. sementara
itu, turunnya emas nampak terbatas menguji support $5050, $4996 hingga
$4958. Emas diperkirakan bergerak dalam trend bullish dalam area antara $5050
hingga $5205.