- by admin
- Oct 17, 2024
Emas kesulitan untuk melanjutkan kenaikan semalam dari level terendahnya
sejak November 2025 karena risiko geopolitik yang berasal dari serangan
terhadap kapal kargo di Selat Hormuz mendukung Dolar AS. Sementara itu, data
inflasi AS yang sebagian besar sesuai harapan meredakan spekulasi kenaikan
suku bunga Fed tahun ini, membatasi USD dan membantu logam mulia yang
tidak memberikan imbal hasil ini bertahan di atas $4.000 selama sesi Asia.
Ulasan Analisa Fundamental: Harga emas spot berfluktuasi di sekitar angka
$4.000 pada hari Kamis, terbatas pada kisaran intraday yang ketat. info dari
perang Iran, berita menunjukkan bahwa Israel menarik diri dari sebagian zona
penyangganya di Lebanon selatan, menurut seorang pejabat Departemen Luar
Negeri AS. Kalender makroekonomi Amerika Serikat (AS) yang padat membawa
sedikit kelegaan karena menunjukkan pertumbuhan tetap kuat sepanjang kuartal
pertama tahun ini. Angka PDB tahunan direvisi naik menjadi 2,1% dari perkiraan
sebelumnya sebesar 1,6%. Di bidang inflasi, data menunjukkan bahwa Indeks
Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) naik menjadi 4,1% YoY pada Mei
dari 3,8% pada April, sesuai perkiraan. Ini bukan kabar baik karena inflasi dua
kali lipat dari target 2% Federal Reserve (Fed), tetapi setidaknya sesuai dengan
ekspektasi. Indeks Harga PCE inti tahunan juga memenuhi ekspektasi, tercatat
sebesar 3,4%. Sementara Initial Jobless Claims turun menjadi 215K.
Ulasan Analisa Teknikal: pada perdagangan hari Jumat, di pasar Asia, harga
emas kembali tertekan ke Level $3990, emas mulai sideways. Beberapa analis
memperingatkan index dolar (DXY) berpeluang ke 103, waspadai penurunan
lebih lanjut yang bisa menguji support sekitar $3970/oz. Hawkish the Fed
menekan emas, Resistance emas saat ini di $4042, $4076 hingga $4105.
Sementara turunnya emas menguji support $3975/onz, $3950, $3920. Emas
diperkirakan bergerak dalam range antara $4045 hingga $3925.