Harga Minyak Anjlok 2,7% Akibat Surplus Pasokan dan Risiko Geopolitik Mereda


Harga Minyak Anjlok 2,7% Akibat Surplus Pasokan dan Risiko Geopolitik Mereda
Harga Minyak Anjlok 2,7% Akibat Surplus Pasokan dan Risiko Geopolitik Mereda
229 views

 

(Reuters) -- Harga minyak dunia turun tajam pada Kamis (12/2/2026) karena proyeksi permintaan global melambat, surplus pasokan, serta meredanya kekhawatiran konflik Timur Tengah.

Brent ditutup turun 2,71% ($1,88) di $67,52 per barel, sementara WTI AS merosot 2,77% ($1,79) ke $62,84 per barel.

Penyebab Utama Penurunan

Badan Energi Internasional (IEA) memperingatkan permintaan minyak global tumbuh lebih lambat tahun ini dengan surplus besar, meski pasokan Januari terganggu. Patokan Brent-WTI berbalik negatif pasca laporan IEA, setelah sempat naik didorong ketegangan AS-Iran.

Persediaan minyak mentah AS melonjak 8,5 juta barel ke 428,8 juta barel (jauh di atas estimasi 793.000 barel), kata Badan Informasi Energi (EIA). Tingkat pemanfaatan kilang AS turun 1,1 poin persen ke 89,4%.

Ekspor produk minyak Rusia via laut naik 0,7% pada Januari menjadi 9,12 juta ton, didorong produksi tinggi dan permintaan domestik musiman rendah.

Risiko Geopolitik Mereda

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebut Presiden AS Donald Trump sedang rumuskan solusi nuklir Iran pasca kunjungan Washington. Trump konfirmasi Rabu bahwa negosiasi dengan Teheran lanjut, meski Selasa ia pertimbangkan kirim kapal induk kedua ke Timur Tengah jika gagal.

"Fakta Trump terus bernegosiasi kurangi risiko geopolitik," ujar Andrew Lipow, Presiden Lipow Oil Associates. Ia nilai proyeksi IEA potong permintaan "signifikan" untuk 2026, ditambah antisipasi pasokan Venezuela naik.

Pasar kini fokus pada putaran negosiasi berikutnya yang tanggalnya belum diumumkan.

We Are Team

admin

Please Login to comment in the post!

you may also like

" />
Jumat, Maret 13, 2026 19:03:56 Jakarta, Indonesia