Jumat, Maret 13, 2026 13:21:53 Jakarta, Indonesia

Kashkari: Suku Bunga AS Mungkin Sudah Dekati Level Netral


Kashkari: Suku Bunga AS Mungkin Sudah Dekati Level Netral
Kashkari: Suku Bunga AS Mungkin Sudah Dekati Level Netral
422 views

Bloomberg, Gubernur Federal Reserve Bank of Minneapolis Neel Kashkari mengatakan suku bunga acuan kemungkinan sudah mendekati level netral bagi perekonomian Amerika Serikat (AS). Dengan kondisi ini, langkah bank sentral selanjutnya akan sepenuhnya bergantung pada data ekonomi yang masuk.

“Selama beberapa tahun terakhir, kami terus berpikir perekonomian akan melambat, namun kenyataannya ekonomi justru jauh lebih tangguh dari yang saya perkirakan,” kata Kashkari, yang kembali masuk dalam jajaran pejabat Bank Sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) yang memiliki hak suara (voting member) tahun ini, dalam wawancaranya dengan CNBC pada Selasa (6/1).

“Hal itu memberi saya gambaran bahwa kebijakan moneter tampaknya belum memberikan tekanan ke bawah yang terlalu besar terhadap perekonomian. Dugaan saya, saat ini kami sudah cukup dekat dengan posisi netral,” ujarnya.

Sejumlah pejabat The Fed mengindikasikan kemungkinan akan menahan suku bunga pada bulan ini, setelah sebelumnya melakukan tiga kali pemangkasan berturut-turut hingga akhir 2025. Risalah rapat The Fed bulan lalu yang dipublikasikan pada 30 Desember menunjukkan sebagian besar pejabat masih melihat peluang pemangkasan suku bunga lanjutan seiring melambatnya inflasi, meski terdapat perbedaan pandangan mengenai waktu dan besaran penurunan tersebut.
Data ekonomi yang dirilis sejak pertemuan The Fed pada Desember menunjukkan tingkat pengangguran naik menjadi 4,6% pada November, level tertinggi sejak 2021. Sementara itu, kenaikan harga konsumen tercatat lebih rendah dari perkiraan, sehingga memperkuat argumen untuk menurunkan suku bunga. Namun di sisi lain, perekonomian AS juga tumbuh pada kuartal ketiga dengan laju tercepat dalam dua tahun terakhir, memunculkan kembali kekhawatiran akan potensi kebangkitan inflasi.

“Kami hanya perlu lebih banyak data untuk melihat mana yang menjadi kekuatan dominan — apakah inflasi atau pasar tenaga kerja — lalu dari posisi netral tersebut kami bisa bergerak ke arah yang diperlukan,” kata Kashkari.

“Risiko inflasi terletak pada sifatnya yang persisten, yakni dampak tarif yang bisa membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk sepenuhnya merambat ke seluruh sistem. Sementara itu, saya juga melihat ada risiko tingkat pengangguran bisa melonjak dari level saat ini,” ujarnya.

We Are Team

admin

Please Login to comment in the post!

you may also like