Data inflasi AS, khususnya Indeks Harga Produsen (PPI) dan Indeks Harga
Konsumen (CPI), serta rapat The Fed dan ECB bulan September akan menjadi
kunci uji ketahanan pasar. Pemotongan suku bunga sebesar 25 basis poin pada
rapat The Fed hampir pasti, namun kecepatan pemotongan selanjutnya masih
belum jelas, dengan beberapa analis memprediksi pemotongan lebih besar.
Data inflasi dan ketenagakerjaan yang akan datang sangat penting untuk
menentukan sikap The Fed, terutama karena inflasi jasa baru-baru ini meningkat
dan ekspektasi inflasi konsumen mulai naik. Jika inflasi tetap tinggi, ekspektasi
pemotongan suku bunga mungkin berkurang, yang dapat menyebabkan kurva
imbal hasil AS menjadi lebih curam—jangka pendek turun namun jangka panjang
naik. Selain itu, kekhawatiran defisit anggaran di AS dan beberapa negara maju
menambah tekanan pada obligasi jangka panjang, dengan imbal hasil obligasi 30
tahun AS meningkat ke level tertinggi dalam 1,5 bulan terakhir. Volatilitas obligasi
diperkirakan berlanjut pekan depan seiring rencana lelang obligasi AS.
Bank Sentral Eropa Diaperkirakan Pertahankan Suku Bunga
Bank Sentral Eropa (ECB) diperkirakan akan mempertahankan suku bunga
deposito sebesar 2,0% dalam pertemuan kebijakan moneter dua hari, dengan
inflasi yang sudah mendekati target. Pembuat kebijakan terbagi antara
kemungkinan menaikkan atau menurunkan suku bunga, namun Presiden
Christine Lagarde diperkirakan akan memberikan sinyal netral dan menghindari
petunjuk kebijakan masa depan. Kekhawatiran pasar fokus pada lonjakan imbal
hasil obligasi zona euro karena tingkat utang nasional naik dan risiko politik
meningkat di Prancis, Jepang, dan Inggris. Di Prancis, ketidakpastian terkait
pengesahan anggaran 2026 dapat memicu pemilu dini dan mendorong risiko
defisit lebih besar, yang berpotensi memperburuk tekanan pada euro dan imbal
hasil obligasi.
Imbali Hasil Obligasi UK Terus Naik, Harapan Pendapatan
Negara Pada Kenaikan Pajak
Pemerintah Inggris menunda pengumuman Anggaran Musim Gugur hingga 26
November, karena Menteri Keuangan Rachel Reeves masih mencari cara menutupi
defisit yang bisa mencapai £50 miliar. Kenaikan pajak lebih mungkin dilakukan
daripada pemotongan pengeluaran, yang dapat memperlambat pertumbuhan
ekonomi. Pound sterling sangat fluktuatif dan sempat anjlok setelah imbal hasil
obligasi pemerintah naik ke level tertinggi sejak 1998. Kekhawatiran pasar
terhadap utang Inggris lebih besar dibanding mata uang lain seperti euro dan yen
karena masalah defisit ganda Inggris. Namun, ketegangan pasar obligasi mulai
mereda, dan pound mungkin dapat pulih jika data PDB Juli yang dirilis bagus.
OPEC+ Akan Tambah Produksi Minyak Mentah
Harga minyak mengalami fluktuasi karena berbagai faktor, termasuk
harapan dialog Ukraina-Rusia dan kemungkinan sanksi AS terhadap minyak
Rusia yang mengangkat harga. Namun, OPEC+ memberi tekanan dengan
rencana menaikkan produksi lebih lanjut. OPEC+ sudah menambah pasokan
2,5 juta barel per hari tahun ini dan berencana menaikkan lagi 547.000
barel pada September. Jika produksi terus naik pada Oktober, ini bisa
menunjukkan OPEC+ ingin menguasai pasar dan mengalahkan pesaing non-
OPEC+. Kenaikan kuota produksi ini berpotensi menekan harga minyak.
Fokus Pasar Data Ekonomi Asia
Awal pekan akan sibuk dengan beberapa data penting yang dipantau investor.
Pada Senin pagi, data perdagangan China akan dirilis; Rabu, China juga akan
mengumumkan data inflasi CPI dan PPI untuk Agustus. Jepang akan merilis revisi
perkiraan PDB kuartal kedua pada Senin, dan data harga barang korporasi
Agustus akan keluar Kamis, yang juga menarik perhatian pasar.