- by admin
- Oct 17, 2024
Harga emas kembali mendekati area $4.750 pada sesi Asia hari Rabu, didorong
risiko geopolitik AS-Iran setelah Trump memperpanjang gencatan senjata secara
sepihak, meskipun Iran belum merespons. Kenaikan ini terjadi di tengah blokade
angkatan laut AS terhadap pelabuhan Iran dan penutupan Selat Hormuz oleh
Teheran, yang menaikkan harga minyak dan khawatiran inflasi sehingga
mendukung daya tarik emas sebagai safe haven.
Ulasan Analisa Fundamental: Namun, penguatan Dolar AS terbatas karena
alat FedWatch menunjukkan peluang 45–50% penurunan suku bunga Fed pada
akhir tahun, yang cenderung mendukung emas karena biaya peluangnya turun.
Trader disarankan berhati-hati dalam membuka posisi agresif di XAU/USD seiring
ketidakpastian kelanjutan pembicaraan damai AS-Iran dan keputusan Fed. Pasar
tetap fokus pada perkembangan AS-Iran, termasuk rencana perundingan di
Pakistan dan sikap Iran yang menolak bernegosiasi selama blokade berjalan.
Bahkan, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf mengatakan bahwa
Iran tidak akan menerima negosiasi selama berada di bawah ancaman. Dari sisi
data ekonomi, semalam laporan Retail Sales AS mengalami peningkatan yang
siknifikan, menunjukan gambaran permintaan yang masih solid ditengah
kekhawatiran lonjakan inflasi karena naiknya harga minyak. Selain itu komitmen
Kevin Warsh untuk menjaga independence the Fed, turut menekan harga emas.
Ulasan Analisa Teknikal: pada perdagangan hari Selasa, harga emas Nampak
naik terbatas ke level $4833/onz. Tekanan terhadap emas terjadi setelah
komitmen Warsh untuk menjaga inthependence the Fed. Di pasar Asia pagi ini,
harga emas bergerak naik setelah Trump umumkan perpanjangan gencatan
senjata. Emas terjaga di level support $4668/onz, bila terlewati, melanjutkan n
ke $4630, $4600. Di sisi lain, naiknya menguji resistance $4802, $4833 hingga
$4855. Emas Hari Rabu diperkirakan dalam range antara $4802 hingga $4630.