- by admin
- Oct 17, 2024
Wall Street ditutup anjlok tajam Senin (23/2/2026) akibat kekhawatiran disrupsi AI di sektor keuangan dan ketidakpastian tarif pasca-putusan Mahkamah Agung.
Investor jual saham berisiko tinggi karena gangguan AI (biaya & dampak sektor) dan pernyataan Trump soal tarif sementara 15% pada impor semua negara.
Mahkamah Agung (putusan 6-3 Jumat lalu) nyatakan Trump lewati wewenang pakai undang-undang darurat untuk tarif timbal balik; Trump ancam balas.
Geopolitik Timur Tengah panas, badai salju lumpuhkan Timur Laut AS (pembatalan penerbangan 89-98% di NYC) tambah tekanan.
| Indeks | Penurunan | Penutupan |
|---|---|---|
| Dow Jones | -821,91 pts (1,66%) | 48.804,06 |
| S&P 500 | -71,76 pts (1,04%) | 6.837,75 |
| Nasdaq Composite | -258,80 pts (1,13%) | 22.627,27 |
Sektor keuangan -3,3%; perangkat lunak -4,3%; maskapai/perjalanan -3,8%; Dow Transports -2,9%.
Kesehatan +1,2% (Eli Lilly +4,9%); barang konsumsi pokok naik.
Emas +2,6% sebagai safe-haven.
Tom Hainlin (U.S. Bank): Pasar "jual dulu, nilai kemudian" soal AI & tarif.
Musim Q4 S&P 500 hampir selesai (73% beat estimasi, proyeksi laba +13,9%); Nvidia, Home Depot, dll. lapor minggu ini.
Volume NYSE 18,39 miliar saham (di bawah rata-rata); turun > naik rasio 2,2:1.