- by admin
- Oct 17, 2024
Laporan Pendapatan Perusahaan AS, Menjadi Perhatian Utama
Dolar AS melemah karena data inflasi yang lebih melambat, sementara harga
minyak naik akibat ketegangan geopolitik yang terus berlanjut. Pekan ini pasar
akan fokus pada laporan laba AS, keputusan ECB, dan agenda politik-ekonomi
Inggris, dengan saham teknologi menjadi penentu arah utama pasar. Dolar AS
sempat tertekan oleh CPI dan PPI yang lebih lemah, meski pelemahan dibatasi
oleh aliran dana ke aset aman. Harga minyak menguat karena premi risiko
geopolitik meningkat, termasuk ketegangan Timur Tengah dan serangan terhadap
infrastruktur energi Rusia. Pasar saham, khususnya Nasdaq 100, melemah karena
aksi ambil untung setelah ekspektasi tinggi terhadap musim laba dan investasi AI.
Fokus Pekan Ini: Laporan laba sektor teknologi, terutama Alphabet, Tesla, dan
Intel, akan menjadi ujian penting bagi reli saham AS.
Bisakah ECB Menaikkan suku bunga Pada Bulan September?
Setelah paruh pertama bulan yang sulit, euro berhasil diuntungkan oleh inflasi AS
yang lebih rendah, menguat terhadap dolar minggu ini. Namun, pergerakan ini
mungkin hanya berlangsung singkat jika survei PMI pendahuluan Jumat ini tetap
rendah dan ECB gagal memberikan kejutan yang agresif pada hari Kamis.
Sejujurnya, peluang kejutan agresif hampir sepenuhnya hilang setelah laporan
inflasi zona euro 1 Juli, yang membuat euro tetap berada di bawah tekanan
bearish, karena pasar memperkirakan kenaikan suku bunga selama tahun 2026.
Namun, dimulainya kembali permusuhan di Timur Tengah dan eskalasi konflik
Rusia-Ukraina telah menghidupkan kembali kekhawatiran inflasi, mendukung
ekspektasi kenaikan suku bunga. Pasar hampir sepenuhnya memperkirakan
kenaikan suku bunga 25bps pada bulan September, tetapi hanya memberikan
probabilitas 15%. Konferensi pers yang agresif, dengan artikel internal pasca-
pertemuan yang biasanya memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga
September, dapat membantu euro/dolar reli menuju 1,1530.
Akankah Data dan Politik Menghambat Penguatan Pound Baru-baru Ini?
Kenaikan Pound mingguan keempat berturut-turut terhadap euro dapat terancam
minggu ini. Kalender data yang padat mencakup rilis penting seperti jumlah klaim
pengangguran pada hari Selasa dan angka penjualan ritel pada hari Jumat serta
PMI pendahuluan, meskipun laporan CPI pada hari Rabu, yang mungkin
mengejutkan di sisi negatif, dapat terbukti lebih berpengaruh terhadap pasar.
Sementara itu, terlepas dari reaksi pasar yang positif sejauh ini, kedatangan Andy
Burnham di Downing Street tetap menjadi faktor risiko. Burnham dijadwalkan
untuk menjabat pada 20 Juli, menyampaikan pidato pertamanya dan
mengumumkan kabinet pertamanya pada hari itu. Konfirmasi laporan bahwa
Shabana Mahmood akan menjadi Kanselir berikutnya seharusnya membuat
pemegang obligasi senang, meskipun ada banyak celah yang perlu diisi tentang
campuran kebijakan ekonomi Burnham, khususnya sumber pendanaan rencana
investasi publiknya.
Menunggu Kejutan Yang Agresif Dari ECB
Euro/pound masih cenderung bearish kecuali ECB memberi kejutan hawkish,
sementara pound bisa lebih kuat jika data Inggris lemah tapi pasar tenaga kerja
dan ritel tetap solid. Di sisi lain, loonie dan Aussie sangat bergantung pada data
domestik, yen masih datar di atas 162, dan emas masih menunggu katalis baru
di tengah risiko geopolitik. Euro bisa terus tertekan jika ECB tidak memberi sinyal
hawkish yang jelas, meski pasar masih memandang peluang kenaikan suku
bunga September cukup besar. Pound berpeluang menguat jika CPI Inggris lebih
lemah namun data tenaga kerja dan penjualan ritel tetap kuat, tetapi agenda
fiskal dan politik bisa membatalkan penguatan itu.
Dolar Kanada bisa tertahan jika data CPI Kanada lemah dan BoC tidak terdengar
hawkish, sedangkan dolar Australia berpeluang melanjutkan penguatan jika data
pekerjaan tetap solid dan sentimen ke China membaik.