- by admin
- Oct 17, 2024
Emas mencapai level tertinggi sepanjang masa karena ancaman tarif Trump memicu kekhawatiran perang dagang yang meluas. Di sisi lain, notulen Fed mengungkapkan kekhawatiran atas risiko inflasi, membebani ekspektasi penurunan suku bunga. Para trader mengamati klaim pengangguran AS dan S&P Global Flash PMI untuk isyarat pasar lebih lanjut, terkait kondisi ekonomi AS baru-baru ini.
Ulasan Analisa Fundamental: Harga emas turun pada hari Rabu selama sesi Amerika setelah risalah kebijakan moneter Federal Reserve (Fed) terbaru menunjukkan bahwa semua pembuat kebijakan memilih untuk mempertahankan suku bunga tidak berubah pada pertemuan Januari. XAU/USD diperdagangkan di sekitar $2.925, turun 0,31%. Risalah tersebut menunjukkan bahwa para pejabat Fed menilai risiko inflasi masih tinggi terkait dampak kebijakan tarif. Para peserta mencatat bahwa beberapa ukuran ekspektasi inflasi “telah meningkat baru-baru ini. Para pelaku pasar akan mengamati rilis klaim pengangguran awal minggu lalu dan S&P Global Flash PMI yang dirilis malam nanti. Imbal hasil obligasi Treasury AS bertenor 10 tahun turun satu setengah basis poin (bps) dan memberikan imbal hasil 4,535%. Di sisi lain, Karena gangguan cuaca, Housing Starts AS bulan Januari turun dari 1,515 juta menjadi 1,366 juta, atau anjlok 9,6%.
Ulasan Analisa Teknikal: Pada grafik harian, emas masih dalam pola bullish. Sementara grafik 4 jam, terlihat menunjukkan peluang kenaikan. Namun demikian, naiknya emas ada resistance kuat di level $2946. Sementara turunnya menguji support $2933.00, $2918.20 hingga $2904.69. di sisi lain Naiknya emas bila break resistance dapat melanjutkan kenaikkan menguji level $2955* hingga $2975. Range harian diperkirakan dalam area $2918 sd $2855.