- by admin
- Oct 17, 2024
Bloomberg, Donald Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat tengah memantau ketat situasi di Iran. Ia menegaskan sedang mengkaji berbagai opsi, saat negara tersebut menghadapi gelombang protes nasional terbesar sejak tahun 2022 yang kini telah memasuki minggu ketiga.
“Kami melihat hal ini dengan sangat serius. Pihak militer sedang mengkajinya, dan kami sedang mempertimbangkan beberapa opsi yang sangat kuat,” ujar Trump kepada wartawan pada hari Minggu (11/1) di atas pesawat kepresidenan Air Force One dalam perjalanan kembali ke Washington. “Kami akan segera membuat keputusan.”
Aksi protes massa yang melanda Iran awalnya dipicu oleh krisis mata uang dan keruntuhan ekonomi. Namun, tuntutan massa kini semakin mengarah pada penggulingan sistem pemerintahan, menjadikannya tantangan paling serius bagi Iran sejak revolusi tahun 1979.
Lebih dari 540 orang dilaporkan tewas dan lebih dari 10.000 orang ditangkap dalam gelombang protes tersebut, menurut Human Rights Activist News Agency yang memantau demonstrasi di 186 kota di seluruh 31 provinsi Iran. Akses komunikasi masih sebagian besar terputus, sehingga menyulitkan pemantauan skala penuh pergerakan protes.
Trump pada Minggu juga mengatakan bahwa ia mungkin akan mengeksplorasi cara membantu memulihkan akses internet, termasuk melalui layanan Starlink milik Elon Musk.
“Kami mungkin bisa menyalakan kembali internet, jika itu memungkinkan,” ujar Trump kepada wartawan. “Kami mungkin akan berbicara dengan Elon Musk. Saya akan meneleponnya segera setelah saya selesai dengan Anda.”
Sementara Presiden Masoud Pezeshkian mengambil nada yang lebih menenangkan dan mendorong dialog, sejumlah pejabat lain justru memperingatkan akan digelarnya pengadilan cepat dan bahkan ancaman hukuman mati seiring meluasnya kerusuhan dan bertambahnya korban jiwa.
Trump secara terbuka menyatakan dukungan kepada para pengunjuk rasa dan memberi sinyal kemungkinan aksi militer AS terhadap rezim Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, sebuah sikap yang membuat sekutu maupun rival Amerika Serikat sama-sama gelisah.
“Iran sedang menatap KEBEBASAN, mungkin seperti yang belum pernah terjadi sebelumnya. Amerika Serikat siap membantu!!!” tulis Trump di media sosial pada Sabtu.
Sebagai respons, Iran memperingatkan Amerika Serikat dan Israel bahwa Teheran akan melakukan pembalasan jika diserang.