- by admin
- Oct 17, 2024
Bloomberg, Amerika Serikat (AS) akan menyediakan ranjau darat antipersonel untuk Ukraina guna menghambat gerak pasukan Rusia. Hal ini disebut sebagai upaya terbaru pemerintahan Joe Biden untuk meningkatkan dukungan bagi Kyiv menjelang pelantikan Presiden terpilih Donald Trump.
Menurut seorang pejabat yang mengetahui keputusan tersebut, ranjau-ranjau yang akan dikirim AS ke Ukraina bersifat "nonpersisten." Artinya, ranjau tersebut akan tidak aktif setelah jangka waktu yang telah ditetapkan, hanya bisa bertahan beberapa jam hingga dua minggu.
Keputusan tersebut, yang awalnya dilaporkan Washington Post, muncul setelah Presiden Joe Biden mengizinkan Ukraina untuk menyerang Rusia dengan Sistem Rudal Taktis Angkatan Darat buatan AS, yang dikenal sebagai ATACMS.
Perubahan keputusan Washington terkait serangan rudal terjadi setelah pasukan Korea Utara (Korut) tiba di medan perang untuk
Ukraina memanfaatkan persetujuan penggunaan ATACMS untuk menyerang pangkalan militer di wilayah Rusia.
Moskow, yang telah memperingatkan tindakan tersebut, semakin memberikan ancaman dengan menandatangani dekrit, di mana Rusia bisa menggunakan senjata nuklir sebagai respons terhadap serangan konvensional.
Pemerintahan Biden telah berjanji untuk mempercepat pengiriman senjata dan bantuan lainnya untuk Ukraina menjelang pelantikan Trump pada 20 Januari mendatang.
Presiden terpilih tersebut telah berulang kali mengkritik cara Biden menangani perang, dan berjanji akan mengakhiri konflik Rusia-Ukraina, bahkan sebelum ia resmi menjabat sebagai Presiden AS ke-47.