- by admin
- Oct 17, 2024
Data Indeks Harga Konsumen (CPI) Inggris yang akan dirilis Kantor Statistik Nasional (ONS) pada pukul 06:00 GMT diperkirakan menunjukkan perlambatan inflasi pada April. Pasar akan mencermati data ini dari sudut pandang kebijakan moneter karena dapat memberi petunjuk mengenai langkah Bank of England (BoE) selanjutnya, sekaligus memicu volatilitas jangka pendek pada Poundsterling (GBP) jika hasilnya menyimpang dari konsensus.
Inflasi tahunan Inggris diperkirakan turun ke 3% pada April dari 3,3% pada Maret, meski CPI bulanan diperkirakan naik ke 0,9% dari 0,7%. Perlambatan ini kemungkinan didorong oleh penurunan batas harga energi Ofgem menjelang perang Iran, serta meredanya faktor musiman terkait Paskah yang sebelumnya menekan harga.
Inflasi inti atau core CPI, yang tidak memasukkan harga energi, makanan, alkohol, dan tembakau, diperkirakan melambat ke 2,6% secara tahunan pada April, level terendah sejak Juli 2021. Sejalan dengan itu, data Indeks Harga Produsen (PPI) juga diperkirakan melunak, dengan PPI input turun ke 1% dari 4,4% pada Maret, sementara PPI output diperkirakan naik tipis ke 1% dari 0,9%.
Jika perlambatan inflasi ini terkonfirmasi, tekanan terhadap BoE untuk segera menaikkan suku bunga kemungkinan berkurang, terlebih setelah data pengangguran Inggris yang lebih tinggi dirilis pada Selasa. Namun, penurunan inflasi ini diperkirakan hanya bersifat sementara karena Ofgem akan meninjau ulang batas harga energi pada Juli, yang berpotensi mendorong tagihan energi dan kembali mengangkat CPI utama. BoE sendiri memperkirakan inflasi konsumen bisa mencapai puncaknya di 4% pada akhir tahun.
Dari sisi GBP/USD, inflasi yang lebih rendah dari perkiraan bisa memberi sedikit dukungan bagi Poundsterling karena memberi BoE lebih banyak waktu untuk menilai kondisi domestik dan dampak ketegangan Timur Tengah sebelum mengambil keputusan suku bunga. Sebaliknya, data inflasi yang lebih tinggi akan memperkuat tekanan pada GBP karena meningkatkan kemungkinan kebijakan yang lebih ketat.
Secara teknis, GBP/USD masih berada dalam posisi defensif setelah pelemahan pekan lalu. Area 1,3450 menjadi level penting bagi pembeli, dengan target berikutnya di kisaran 1,3530–1,3540. Di sisi bawah, support utama berada di sekitar 1,3305; jika level ini ditembus, pasangan mata uang ini berisiko turun menuju area 1,3175.