- by admin
- Oct 17, 2024
Bank Sentral Australia (RBA) merilis Risalah Rapat Kebijakan Moneter Mei pada hari Selasa, yang menunjukkan delapan dari sembilan anggota dewan menilai alasan untuk menaikkan suku bunga lebih kuat, sementara satu anggota memilih menunggu data tambahan.
Dewan mencatat beberapa pertimbangan kunci:
Kenaikan suku bunga akan memberi ruang untuk memantau perkembangan konflik di Teluk serta respons rumah tangga dan bisnis.
Kondisi keuangan diperkirakan akan menjadi agak ketat setelah kenaikan Mei.
Kebijakan moneter tidak dapat mengubah lintasan inflasi jangka pendek; fokus tetap pada mandat inflasi dan pasar tenaga kerja.
Mayoritas menilai inflasi inti diproyeksikan berada di atas target untuk jangka waktu yang lama, dan risiko terhadap target inflasi telah meningkat.
Dewan menimbang opsi menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin atau mempertahankan tingkat suku bunga di 4,10%.
Terdapat kekhawatiran bahwa ekspektasi inflasi jangka panjang bisa menjadi tidak terkendali jika tidak ditangani.
Satu anggota menilai tekanan kapasitas (slack) kini tidak sebesar sebelumnya dan melihat perang berkepanjangan lebih sebagai risiko terhadap permintaan; anggota ini memperkirakan inflasi bisa kembali ke target tanpa pengetatan tambahan.
Dewan juga menilai perlunya pelonggaran lebih lanjut di pasar tenaga kerja dan produksi untuk meredam risiko inflasi, menunjukkan bahwa 4,10% mungkin tidak cukup untuk mengimbangi risiko tersebut.
Reaksi pasar: Dolar Australia (AUD) melemah setelah rilis risalah; AUD/USD diperdagangkan sekitar 0,7150, turun 0,24% pada saat pelaporan.