- by admin
- Oct 17, 2024
Emas mulai bergerak netral dalam jangka pendek dan kesulitan bertahan di atas
$4.100. Kenaikan awal didorong oleh jeda konflik AS-Iran dan turunnya harga
minyak, tetapi harga kembali tertahan karena pasar menunggu keputusan bank
sentral besar minggu ini dan sinyal USD belum sepenuhnya lemah. Selain itu
laporan data inflasi dan PDB AS juga dinanti, untuk melihat bagaimana dampak
pertumbuhan ekonomi AS karena konflik Timur Tengah.
Ulasan Analisa Fundamental: XAU/USD sempat naik ke $4.116,20, lalu bertahan
di sekitar $4.082. Penurunan harga minyak membantu menekan dolar AS dan
sempat mendukung emas. Data pesanan barang tahan lama AS Juni naik 0,3%,
jauh di bawah ekspektasi 1,6%. Fokus pasar kini ke PCE AS, keputusan Fed
pada Rabu, serta BoE, SNB, dan BoJ. Fed Kemungkinan Akan
Mempertahankan Suku Bunga Meskipun Harga Minyak Melonjak. Pasar
memang mulai memperhitungkan peluang kenaikan suku bunga Fed sekitar
30%. Di sisi lain, inflasi inti Juni lebih lemah dari perkiraan dan pertumbuhan
payroll yang melambat membuat pengetatan tambahan sulit dibenarkan. Citi
juga melihat bahwa jika Fed menahan suku bunga meski ada beberapa suara
hawkish, pasar justru bisa menafsirkannya sebagai sinyal dovish, yang menekan
imbal hasil obligasi dan melemahkan dolar AS. Pernyataan Trump untuk
menurunkan suku bunga nampaknya dapat menekan dolar jangka panjang.
Ulasan Analisa Teknikal: pada perdagangan hari Selasa, di pasar Asia harga
emas turun $4050/onz. Sebelumnya harga emas rebound ke $4082. Hari ini
penurunan emas menguji support di level $4040, sementara naiknya berpeluang
menguji area $4082, $4120 hingga $4141. penurunan emas mengantisipasi
pertemuan FOMC Meeting Kamis dini hari. Support emas menguji area $4040,
$4021, $3995. Emas diperkirakan bergerak dalam range antara $4082 hingga
$3995. Trend pasar netral.