- by admin
- Oct 17, 2024
Harga emas naik ke sekitar $4.060 selama sesi awal Asia pada hari Kamis.
Logam mulia ini pulih karena inflasi AS yang lebih rendah telah memicu harapan
bahwa Federal Reserve AS (Fed) akan mempertahankan suku bunga tetap stabil
pada pertemuan kebijakan Juli mendatang. Inflasi produsen di Amerika Serikat,
yang diukur dengan perubahan Indeks Harga Produsen (PPI), turun menjadi
5,5% YoY pada bulan Juni dari 6,0% pada bulan Mei (direvisi dari 6,5%).
Ulasan Analisa Fundamental: Angka PPI AS lebih rendah dari ekspektasi
pasar sebesar 6,2%. Secara bulanan, PPI turun sebesar 0,3%, dibandingkan
dengan kenaikan 0,6% yang terlihat pada bulan Mei (direvisi dari 1,1%) dan
membaik dibandingkan dengan perkiraan tidak ada perubahan. Para pedagang
memperkirakan probabilitas kenaikan suku bunga sekitar 10,2% pada
pertemuan Fed bulan Juli, dibandingkan 16,6% sebelum data tersebut, menurut
CME FedWatch Tool. Di sisi lain, meningkatnya permusuhan AS-Iran dan
serangan udara di sekitar Selat Hormuz telah mendorong harga minyak mentah
naik dan dapat mendorong bank sentral untuk mempertahankan suku bunga
pada tingkat yang tinggi lebih lama, sehingga mengurangi daya tarik emas. BBC
melaporkan bahwa AS telah melancarkan serangan baru terhadap Iran pada
Rabu malam ketika Presiden AS Donald Trump memperingatkan Teheran
bahwa mereka "lebih baik bersikap baik".
Ulasan Analisa Teknikal: pada perdagangan hari Kamis, di pasar Asia harga
emas kembali tertekan karena AS – Iran masih panas, kendati data PPI turun
tajam. Harga emas turun ke level $4041, setelah naik di kisaran $4081 hari
Selasa. Selanjutnya para investor tetap melihat perkembangan konfik Timur
Tengah. Emas turunnya tertahan di $4017/onz. Resistance emas saat ini di
$4066, $4081 hingga $4102. Support emas menguji area $4017, $3983, $3960.
Emas diperkirakan bergerak dalam range antara $4066 hingga $3960.