- by admin
- Oct 17, 2024
Ketua Federal Reserve Kevin Warsh menegaskan kembali komitmen The Fed untuk menjaga stabilitas harga dan mencapai target inflasi 2% saat bersaksi dalam Laporan Kebijakan Moneter Semiannual di hadapan Komite Layanan Keuangan DPR AS.
Dalam pernyataan yang telah disiapkan, Warsh mengatakan The Fed akan meninjau kembali kerangka inflasi untuk memahami sumber tekanan harga dan langkah apa yang paling tepat untuk mengendalikannya. Ia menambahkan bahwa sebuah gugus tugas tengah berada dalam tahap awal peninjauan, dimulai dari nol, dan akan terlebih dahulu membahas temuannya dengan 19 pembuat kebijakan sebelum dipublikasikan lebih luas.
Warsh juga menegaskan bahwa neraca The Fed merupakan bagian dari kebijakan moneter, bukan sekadar persoalan infrastruktur. Ia mengatakan setiap perubahan dalam kebijakan neraca akan dikomunikasikan secara jelas dan diberi pemberitahuan sebelumnya kepada publik.
Selain itu, Warsh menekankan bahwa The Fed harus menjaga jarak dari kebijakan fiskal dan tetap menjalankan kebijakan moneter yang independen. Ia juga menambahkan bahwa bank sentral tidak akan menggunakan perubahan komunikasi untuk menyembunyikan fakta, serta tetap berkomitmen pada independensi dan reformasi institusi.
Di bidang inflasi dan pasar perumahan, Warsh menyoroti bahwa biaya kredit perumahan masih tinggi sebagian karena inflasi yang berada di atas target The Fed. Menurutnya, pengendalian inflasi justru akan mendukung imbal hasil obligasi pemerintah jangka panjang yang lebih rendah dan membuat kredit perumahan lebih terjangkau.
Warsh juga menegaskan bahwa The Fed tidak takut terhadap pertumbuhan yang didorong oleh produktivitas. Ia menilai kedua sisi mandat The Fed, yaitu stabilitas harga dan lapangan kerja maksimum, tidak saling bertentangan. “Tidak ada pilihan sulit antara harga yang stabil dan lapangan kerja penuh,” ujarnya.
Dalam pandangannya, masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan dalam pengendalian inflasi. Ia mengatakan The Fed tidak ingin terlibat dalam “bisnis penyelamatan,” termasuk terhadap kripto, dan ingin berada dalam posisi yang tidak perlu menyelamatkan siapa pun. Untuk jangka panjang, Warsh menilai teknologi akan meningkatkan produktivitas, meski dampaknya bisa memakan waktu.
Dalam pidato yang telah disiapkan, Warsh juga menyoroti bahwa inflasi dalam jangka panjang pada dasarnya ditentukan oleh kebijakan moneter. Ia mengatakan bila kebijakan yang tepat diterapkan, lonjakan inflasi dalam lima tahun terakhir dapat menjadi masa lalu.
Warsh menilai aktivitas ekonomi AS masih berkembang dengan laju yang solid, dengan konsumsi rumah tangga yang moderat, manufaktur yang membaik, dan pasar tenaga kerja yang tetap stabil. Ia juga menyebut investasi bisnis sebagai fitur paling menonjol saat ini, terutama yang terkait dengan proyek dan belanja AI. Menurutnya, pembelian peralatan naik sekitar 8% pada kuartal pertama, sementara belanja teknologi tinggi tumbuh hampir 25% secara tahunan.
Meski begitu, ia menilai sektor perumahan masih tertinggal. Ia menambahkan bahwa The Fed akan terus memantau dampak inflasi dan kondisi pasar tenaga kerja, serta meninjau praktik saat ini agar bank sentral dapat membuat keputusan kebijakan yang lebih baik.
Warsh juga mengatakan gugus tugas neraca akan meneliti kelebihan dan kekurangan rezim cadangan yang melimpah, sekaligus mengeksplorasi alternatif kebijakan. Ia menyebut The Fed menginginkan sistem keuangan yang tangguh, kuat, dan aman, dengan diskusi internal yang lebih mendalam dan lebih sedikit pernyataan publik yang bersifat repetitif.
Secara keseluruhan, Warsh menegaskan bahwa The Fed tetap berkomitmen menekan inflasi dan tidak akan mentolerir harga yang terus berada di level tinggi. Penekanan pada independensi kebijakan, disiplin inflasi, dan kehati-hatian dalam komunikasi menunjukkan bahwa bank sentral masih mempertahankan nada kebijakan yang tegas meski ekonomi dan investasi AI tetap solid.