- by admin
- Oct 17, 2024
Emas diperdagangkan mendekati level tertinggi lebih dari satu minggu selama
sesi Asia pada hari Jumat dan tampaknya siap untuk mengakhiri penurunan
selama empat minggu. Laporan NFP AS yang lebih lemah pada bulan Juni
mengurangi spekulasi kenaikan suku bunga Fed, yang pada gilirannya
dipandang sebagai faktor kunci yang mendukung logam mulia yang tidak
memberikan imbal hasil.
Ulasan Analisa Fundamental: Sementara itu, ketidakpastian geopolitik
membantu Dolar AS sebagai aset safe-haven untuk menjauh dari level terendah
dua minggu, yang mungkin membatasi kenaikan harga logam mulia. Laju
penyerapan tenaga kerja di Amerika Serikat (AS) melambat tajam pada bulan
Juni meskipun angka pengangguran terpantau menurun. Kondisi ini menahan
sebagian momentum pertumbuhan lapangan kerja yang sempat tumbuh
meyakinkan di awal tahun ini. Data dari Biro Statistik Tenaga Kerja (BLS) yang
dirilis pada hari Kamis (2/7) menunjukkan bahwa nonfarm payrolls hanya
bertambah 57.000 pada bulan lalu. Ditambah lagi, adanya revisi penurunan
angka untuk dua bulan sebelumnya kian mengurangi kuatnya laporan
ketenagakerjaan yang sempat melonjak pada periode lalu. Di sisi lain, tingkat
pengangguran turun ke posisi 4,2% yang dipicu oleh merosotnya angka
partisipasi angkatan kerja. Hal itu meredam rencana naiknya suku bunga.
Ulasan Analisa Teknikal: pada perdagangan hari Jumat, di pasar Asia harga
emas melanjutkan kenaikan ke level $4195, berita seputar naiknya suku bunga
the Fed, mereda setelah laporan data NFP melambat. Pasar juga terus
mewaspadai pembahasan AS-Iran. Emas menguji support sekitar $4120/oz.
Resistance emas saat ini di $4200, $4215 hingga $4240. Sementara turunnya
emas menguji support $4120/onz, $4100, $4081. Emas diperkirakan bergerak
dalam range antara $4220 hingga $4100.