- by admin
- Oct 17, 2024
Bloomberg — Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan para negosiator telah mencapai kemajuan dalam pembicaraan tidak langsung dengan Iran, ketika kedua negara berupaya melampaui serangan balas-membalas pekan lalu dan mengubah gencatan senjata sementara menjadi perdamaian yang lebih langgeng.
Menantu Trump, Jared Kushner, bersama utusan Steve Witkoff, pada Selasa mengunjungi Qatar untuk melakukan pembicaraan teknis terkait kerangka kesepakatan awal yang menetapkan masa negosiasi selama 60 hari antara Washington dan Teheran.
“Mereka telah mengadakan pertemuan yang sangat baik, dan kita lihat saja nanti. Seperti yang Anda ketahui, kami menyerang mereka dengan sangat keras selama tiga malam, tetapi hubungan kami kini berjalan sangat baik, jadi saya menyebutnya denuklirisasi, dan semuanya sedang berlangsung,” kata Trump, tanpa menjelaskan lebih lanjut terobosan apa yang telah dicapai.
Witkoff dan Kushner juga bertemu dengan Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al-Thani di Doha untuk membahas jalannya negosiasi. Menurut pernyataan resmi Qatar yang dirilis Rabu, para utusan AS menegaskan komitmen Washington untuk melanjutkan pembicaraan. Kementerian Luar Negeri Qatar kemudian menyebut telah tercapai “kemajuan positif”.
Wakil Presiden JD Vance mengatakan pada Rabu bahwa pembicaraan teknis yang melibatkan negosiator tingkat bawah masih berlangsung. “Para negosiator teknis sedang duduk bersama pihak Iran, Qatar, dan pihak-pihak lain di Doha, membahas beberapa detail di sini,” ujarnya kepada wartawan di Virginia Beach, Virginia.
Ia menambahkan bahwa pembahasan mencakup kelancaran lalu lintas di Selat Hormuz, sebelum berlanjut ke isu nuklir yang menjadi salah satu prioritas utama perundingan.
Qatar menyatakan pertemuan berikutnya akan dijadwalkan sesegera mungkin setelah upacara pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan udara pada awal konflik. Upacara pemakaman itu diperkirakan dimulai pada 4 Juli dan akan berlangsung selama beberapa hari, menurut media pemerintah Iran.
Gencatan senjata pekan lalu sempat berada dalam posisi rapuh setelah AS dan Iran saling melancarkan serangan balasan menyusul serangan drone Iran terhadap sebuah kapal komersial di sekitar Selat Hormuz. Serangan itu menunjukkan upaya Teheran mempertahankan kendali atas jalur perairan strategis tersebut, berlawanan dengan keinginan pemerintahan Trump.
Sengketa soal Selat Hormuz dan masa depan program nuklir Iran menjadi dua titik buntu utama dalam perundingan. Trump sebelumnya juga dilaporkan sempat mempertimbangkan kembali opsi perang total dengan Iran, termasuk membahas skenario militer bersama Menteri Pertahanan Pete Hegseth dan Ketua Kepala Staf Gabungan Dan Caine, namun untuk saat ini ia memilih tetap melanjutkan jalur diplomasi.
“Ya, saya pikir mereka sudah melangkah jauh. Kami menyerang mereka dengan sangat keras pekan lalu. Saya pikir mereka baik-baik saja,” kata Trump saat ditanya soal laporan itu. “Ini sangat sederhana, dan Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir.”