Emas melemah di awal Senin setelah sempat sentuh $4220, tekanan terhadap emas kembali terjadi dan mengincar penurunan lebih lanjut. Dolar AS tetap kuat ditengah perundingan perdamaian AS-Iran yang tegang setelah ancaman Trump dan penutupan Selat Hormuz. Emas berupaya menembus $4.100 di tengah
pengaturan teknikal bearish pada grafik harian. Emas rebound setelah karena
perundingan perdamaian yang goyah antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
•Ulasan Analisa Fundamental: Emas melemah di awal Senin setelah turun
1,5% minggu lalu dan berpotensi menurun lebih lanjut, dengan target teknikal di
sekitar $4.100 per ons. Perundingan perdamaian AS–Iran yang goyah setelah
ancaman Presiden AS (Trump) dan penutupan Selat Hormuz oleh Iran; karena
Israel kembali serang Lebanon jelang pertemuan AS-Iran di Swiss. Presiden AS
Donald Trump mengancam akan membom Iran dan menculik tim negosiasi
kecuali Selat Hormuz dibuka kembali. Hal ini meningkatkan permintaan untuk
Dolar AS dan mendorong kenaikan harga minyak. Tekanan tambahan berasal
dari prospek suku bunga yang lebih tinggi di AS karena sinyal hawkish The Fed.
Dari sisi kebijakan, The Fed mempertahankan suku bunga 3,5–3,75% tetapi SEP
menunjukkan mayoritas pejabat Fed memperkirakan setidaknya satu kenaikan
lagi tahun ini. Negosiasi AS–Iran belum pasti—negosiator Iran sempat
meninggalkan pembicaraan sehingga volatilitas emas bisa meningkat.
Ulasan Analisa Teknikal: pada perdagangan hari senin, di pasar Asia, harga
emas rebound ke $4220, namun kembali turun ke $4183 memperkuat trend
turun emas. Hawkish the Fed menekan emas, Sementara sentiment
ketidakpastian Timur Tengah membuat emas bergerak sideways. Resistance
emas saat ini di $4220, $4242 hingga $4276. Sementara turunnya emas menguji
support $4132/onz, $4100, $4082. Emas hari ini diperkirakan bergerak dalam
range antara $4240 hingga $4130.