- by admin
- Oct 17, 2024
Harga emas turun mendekati $4.535, mengakhiri kenaikan dua hari berturut-
turut pada sesi awal Asia, Senin. Logam mulia kehilangan momentum di tengah
kurangnya kemajuan dalam negosiasi perdamaian AS-Iran. Para pedagang akan
memantau perkembangan di Timur Tengah dengan cermat karena ketegangan
di Lebanon masih berlanjut. Axios, mengutip dua pejabat AS, melaporkan bahwa
AS dan Iran telah mencapai draf kesepakatan untuk memperpanjang gencatan.
Ulasan Analisa Fundamental: Sementara itu, proposal perdamaian terbaru
masih membutuhkan persetujuan akhir dari Presiden AS Donald Trump. Selain
itu, investor tetap skeptis terhadap kesepakatan untuk mengakhiri perang yang
telah berlangsung selama tiga bulan di tengah perbedaan pendapat besar antara
AS dan Iran mengenai program nuklir Teheran dan Selat Hormuz. Lebih jauh
lagi, potensi dimulainya kembali permusuhan terbuka antara AS dan Iran
seharusnya menahan antusiasme pasar. Hal ini, pada gilirannya, akan membantu
membatasi kerugian USD yang lebih dalam dan membatasi kenaikan harga
emas.P ara pelaku pasar yang pesimis terhadap USD juga tampak ragu-ragu di
tengah kenaikan inflasi AS dengan laju tercepat dalam tiga tahun. Bahkan, Biro
Analisis Ekonomi AS (BEA) melaporkan pada hari Kamis bahwa data PCE
meningkat ke 3.8%. Kondisi tersebut memperkuat dugaan pasar teradap
rencana the Fed untuk menaikkan suku bunga.
Ulasan Analisa Teknikal: pada perdagangan hari Jumat, di pasar Asia harga
emas naik karena berlanjutnya pembaasan damai, namun terkoreksi setelah
Israel melanjutkan serangannya ke Lebanon. hingga menekan emas turun ke
$4518. Prediksi naiknya suku bunga the Fed akhir tahun ini, membatasi naiknya
emas. Resistance emas selanjutnya di $4545, $4568 hingga $4586. Sementara
turunnya emas menguji support $4518/onz, bila terlewati, ke $4500, $4475.
Emas hari ini, diperkirakan dalam range antara $4568 hingga $4475.