- by admin
- Oct 17, 2024
Harga emas turun hampir 2% pada hari Selasa, tertekan oleh dolar AS yang
menguat yang didorong oleh meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga
Federal Reserve. Sementara itu, sentimen risiko mereda karena aksi jual saham
teknologi global lebih besar daripada meredanya kekhawatiran geopolitik dan
penurunan harga minyak. Harga emas spot turun 1,9% menjadi $4.110,11/oz.
Spekulasi kenaikan suku bunga Fed meningkat.
Ulasan Analisa Fundamental: Bank sentral pada Rabu lalu mengungkapkan
Ringkasan Proyeksi Ekonomi (SEP) yang jauh lebih agresif daripada yang
diperkirakan. Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) kini mengantisipasi kenaikan
suku bunga tahun ini untuk mengatasi guncangan inflasi yang disebabkan oleh
melonjaknya harga minyak akibat perang Iran. Meskipun harga minyak anjlok
dalam beberapa minggu terakhir. Menurut alat CME FedWatch, kemungkinan
kenaikan suku bunga seperempat poin pada pertemuan komite kebijakan
moneter The Fed bulan Juli kini telah melonjak menjadi lebih dari 36% dari 8,5%
seminggu yang lalu. Hal ini juga cenderung memperkuat dolar, dan indeks dolar
AS pada hari Selasa memang lebih tinggi, mencapai level tertinggi sejak Mei
2025. Selanjutnya para investor akan kembali mengamati laporan data GDP dan
PCE Inflation AS yang akan menjadi konfirmasi, apakah kondisi inflasi AS telah
cukup mengkhawatirkan bank sentral AS.
Ulasan Analisa Teknikal: pada perdagangan hari Rabu, di pasar Asia, harga
emas turun ke Level $4068, kendati hari Selasa sempat naik ke $4145, emas
terlihat down trend. Beberapa analis memperingatkan spekulator waspada
terhadap penurunan lebih lanjut yang bisa menguji support sekitar $4.000/oz.
Hawkish the Fed menekan emas, Resistance emas saat ini di $4120, $4145
hingga $4155. Sementara turunnya emas menguji support $4045/onz, $4024,
$4000. Emas diperkirakan bergerak dalam range antara $4120 hingga $4000.