Inflasi CPI Australia di Bawah Ekspektasi pada Mei, Menguatkan Alasan RBA Menahan Suku Bunga


Inflasi CPI Australia di Bawah Ekspektasi pada Mei, Menguatkan Alasan RBA Menahan Suku Bunga
Inflasi CPI Australia di Bawah Ekspektasi pada Mei, Menguatkan Alasan RBA Menahan Suku Bunga
306 views

Investing.com -- Inflasi indeks harga konsumen (CPI) Australia tumbuh lebih rendah dari perkiraan pada Mei, menandakan tekanan harga mulai mereda dan memperkuat alasan bagi Reserve Bank of Australia (RBA) untuk mempertahankan suku bunga.

Meski demikian, inflasi inti justru naik pada periode tersebut dan masih berada jauh di atas target tahunan RBA. Kondisi ini kemungkinan akan membuat bank sentral tetap berhati-hati dan mempertahankan sikap hawkish dalam beberapa bulan mendatang.

CPI Australia tercatat naik 4,0% secara tahunan pada Mei, lebih rendah dari ekspektasi 4,3% dan juga melambat dari 4,2% pada bulan sebelumnya, menurut data Biro Statistik Australia yang dirilis pada Rabu.

Di luar harga bahan bakar otomotif, inflasi inti yang diukur melalui trimmed mean CPI naik 3,6% pada Mei, dari 3,4% pada bulan sebelumnya. Angka ini masih jauh di atas target inflasi RBA sebesar 2% hingga 3%.

Kenaikan biaya listrik menjadi salah satu penyumbang utama inflasi, setelah berakhirnya subsidi listrik dari pemerintah negara bagian dan federal. Sementara itu, harga minyak global yang lebih rendah turut menekan inflasi bahan bakar, seiring meredanya ketegangan perang AS-Iran. Penurunan pajak bahan bakar di Australia pada April juga ikut membantu menahan laju inflasi.

Data terbaru ini menunjukkan inflasi headline mulai mendingin, tetapi tekanan pada inflasi inti masih bertahan. Karena itu, RBA kemungkinan besar akan tetap menunggu dan mencermati dampak dari kenaikan suku bunga sebelumnya sebelum mengambil langkah lanjutan.

Bank sentral Australia telah menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin sepanjang tahun ini untuk meredam lonjakan inflasi di akhir 2025. Pada awal Juni, RBA memutuskan untuk mempertahankan suku bunga tetap, sambil menegaskan bahwa pihaknya masih membutuhkan waktu untuk menilai efek dari pengetatan kebijakan yang sudah dilakukan.

We Are Team

admin

Please Login to comment in the post!

you may also like

" />
Rabu, Agustus 5, 2026 16:02:14 Jakarta, Indonesia