Saham AS Turun Di Tengah Serangan Iran Yang Berlanjut; Laporan Pendapatan Q2 dan Inflasi Segera Dirilis


Saham AS Turun Di Tengah Serangan Iran Yang Berlanjut; Laporan Pendapatan Q2 dan Inflasi Segera Dirilis
Saham AS Turun Di Tengah Serangan Iran Yang Berlanjut; Laporan Pendapatan Q2 dan Inflasi Segera Dirilis
287 views

Investing.com — Indeks saham AS melemah pada penutupan Senin malam, seiring berlanjutnya bentrokan antara Washington dan Teheran di Selat Hormuz. Sentimen pasar juga dibebani kehati-hatian menjelang rilis sejumlah laporan keuangan kuartal kedua penting pekan ini.

Perhatian investor juga tertuju pada data indeks harga konsumen (CPI) AS untuk Juni, yang berpotensi memengaruhi arah ekspektasi suku bunga. Kinerja saham berjangka turun setelah Wall Street ditutup negatif, dengan sektor teknologi — terutama produsen chip — mencatat pelemahan tajam di tengah kekhawatiran atas valuasi yang dianggap terlalu tinggi akibat euforia kecerdasan buatan (AI).

Pada pukul 19:23 ET (23:23 GMT), kontrak berjangka S&P 500 turun 0,2% ke 7.548,25 poin, Nasdaq 100 melemah 0,3% ke 29.386,25 poin, dan Dow Jones turun 0,17% ke 52.672,0 poin.

Serangan AS-Iran Memperburuk Sentimen

Komando Pusat AS mengatakan pada Senin malam bahwa pihaknya kembali melancarkan serangan terhadap target Iran, hanya beberapa jam setelah Presiden Donald Trump menyatakan blokade angkatan laut terhadap Teheran diberlakukan kembali.

Trump juga menyebut kapal-kapal yang melintas harus membayar biaya 20% untuk perlindungan AS di jalur perairan tersebut. Selat Hormuz kembali menjadi titik panas konflik setelah Iran menyerang beberapa kapal yang melintas, memicu respons militer dari Washington.

Iran berulang kali menegaskan bahwa kapal yang ingin melewati Hormuz harus mengikuti rute yang disetujui negaranya, dan dalam sepekan terakhir juga menyerang sejumlah kapal kargo di wilayah itu. Harga minyak pun melonjak hampir 10%, meningkatkan kekhawatiran atas inflasi energi dan dampaknya terhadap kebijakan suku bunga.

Fokus ke Laporan Laba dan CPI

Investor kini menantikan serangkaian pemicu penting pada Selasa, dimulai dari musim laporan laba kuartal kedua yang akan dibuka oleh bank-bank besar Wall Street. JPMorgan Chase, Bank of America, Goldman Sachs, Wells Fargo, dan Citigroup dijadwalkan merilis kinerja mereka, dengan perhatian utama pada ketahanan laba di tengah meningkatnya gangguan ekonomi.

Selain itu, data CPI Juni akan dirilis pada hari yang sama dan diperkirakan menjadi faktor penting dalam arah suku bunga tahun ini. Data tersebut muncul saat pasar semakin yakin The Fed akan menahan suku bunga, atau bahkan berpotensi menaikkannya di akhir tahun.

Gubernur The Fed Christopher Waller sebelumnya mengatakan bank sentral mungkin perlu menaikkan suku bunga dalam waktu dekat jika inflasi tetap jauh di atas target 2%.

Tekanan di Wall Street

Wall Street sendiri ditutup melemah tajam pada Senin, dipimpin oleh kerugian di sektor teknologi dan chip. NASDAQ Composite merosot 1,55%, karena investor mulai mengurangi eksposur pada saham-saham yang sebelumnya naik kuat, terutama di tengah kekhawatiran atas valuasi AI.

Pekan ini, perhatian pasar juga akan tertuju pada laporan keuangan ASML Holding dan TSMC, dua nama besar di industri chip yang bisa memberi sinyal penting soal permintaan semikonduktor global.

We Are Team

admin

Please Login to comment in the post!

you may also like

" />
Rabu, Agustus 5, 2026 16:02:13 Jakarta, Indonesia