- by admin
- Oct 17, 2024
Harga emas menyentuh level tertinggi di sekitar $3508 per troy ons dengan dorongan dari
ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh The Fed dan pelemahan Dolar AS.
Kekhawatiran atas independensi The Fed setelah Presiden Trump memecat
Gubernur Fed Lisa Cook juga membuat Dolar melemah, meningkatkan daya tarik
emas sebagai aset safe haven. Risiko geopolitik dari serangan Rusia ke Ukraina
dan konflik Israel-Hamas turut mendukung harga emas. Namun laporan data PMI AS
malam ini nampaknya dapat membatasi naiknya harga emas, dan memicu terjadinya teknikal koreksi.
Ulasan Analisa Fundamental: Data inflasi AS terbaru menunjukkan Indeks
Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) inti naik tipis, memperkuat
ekspektasi The Fed akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada
pertemuan pertengahan September dan melakukan beberapa pemangkasan lagi
akhir tahun. Namun, kondisi pasar emas jangka pendek sedikit jenuh beli
menjelang rilis data makro penting ekonomi AS pekan ini, termasuk laporan
Nonfarm Payrolls (NFP) dan Unemployment Rate.
Secara keseluruhan, faktor suku bunga, geopolitik, dan sentimen pasar
mendukung momentum beli emas meski ada sedikit kewaspadaan dari investor.
Selain itu para pelaku pasar tetap akan mengamati penerapan kebijakan tarif
Perdagangan baru AS terhadap negara lain yang belum mendpatkan kesepakan.
Sementara sentiment terbesar yang membebani dolar adalah rencana
pemangkasan suku bunga dan perlambatan ekonomi AS.
Ulasan Analisa Teknikal: pada perdagangan hari Senin, harga emas
Melanjutkan Kenaikan. Harga emas menyentuh level $3490 dan sebagai
resistance kuat hari ini di area $3500 (doble top). Minggu ini pasar akan
memantau data NFP, trend bullish dapat berlanjut bila support $3454 tidak
terlewati. Emas lanjut naik menguji $3508, $3521 hingga $3535. Sementara,
penurunannya menguji support $3465, $3454 hingga $3445. Range pergerakan
pasar diperkirakan dalam rentang antara $3508.80 hingga $3454.60.